0 Poin
Pola asuh anak

Pola Asuh yang Memperburuk Mental Anak

Mengasuh anak gampang-gampang sulit. Pola asuh seharusnya bukan dilihat dari benar atau salah, tapi berdasarkan kebutuhan.

Pembelajaran orang tua masa lalu mungkin mengajarkan jika posisi orang tua selalu benar dan didengarkan, itu bisa saja benar. Namun bisa saja tidak sefleksibel di zaman sekarang.

Beberapa anak di zaman sekarang kurang relevan dengan pembelajaran masa lalu. Berikut adalah beberapa kesalahan mencolok yang dilakukan orang tua yang berdampak pada kesehatan mental anak.

1. Ingin menjadikan mereka sempurna

Kegemaran memiliki anak yang sempurna dalam segala hal membutakan orang tua sepenuhnya. Banyak orang tua melupakan batasan dan terus mendorong seorang anak untuk mengejar segalanya.

Alih-alih memperdalah banyak hal, justru malah membuat mereka tidak mengejar fokus sesungguhnya dari bakat alami yang ia miliki.

2. Beri beban rasa bersalah

Jangan mencoba untuk memanipulasi anak Anda dengan pemerasan emosional membuat mereka merasa bersalah. Namun jangan membuat anak merasa lalai dengan tanggung jawabnya.

Ajari mereka etika hubungan antar orang tua jika Anda merasa mereka telah ceroboh dengan itu, tetapi jangan pernah menggunakan kata-kata atau frasa yang dapat melemahkan pikiran anak.

Menempatkan mereka melalui rasa bersalah, akan mempengaruhi kepercayaan diri mereka.

3. Tidak memberinya kesempatan

Orang tua selalu memastikan untuk membuat segalanya aman dan terjamin untuk anak-anak mereka. Sementara di satu sisi ada pilar-pilar yang perlu mereka pelajari untuk eksplorasi diri.

Beri mereka kesempatan untuk menghadapi dunia. Jika ia gemar menggambar, taka da salahnya menempatkan mereka ke kelas seni.

4. Terlalu beri pengawasan

Jangan melibatkan diri sepanjang waktu di sekitar anak Anda. Lakukan beberapa hobi baru untuk mengalihkan pikiran Anda dari mereka untuk sementara waktu.

Khawatir setiap detik setiap menit adalah wajar, tapi terlalu protektif justru membatasi ruang lingkup mandiri mereka.

5. Kurang menerima

Jika Anda seorang musisi bukan berarti anak Anda harus menjadi sesuatu yang sama dengan menurunkannya. Tak masalah jika hanya memperkenalkannya, tapi memaksanya terjun ke bidang tersebut merupakan hal yang berbeda.

Lihat bakat alami mereka dan coba hargai itu. Baik itu bakat atau pilihan selera, tidak ada anak yang dilahirkan dengan kebencian yang pantas dibenci. Ketahuilah satu hal; setiap orang dilahirkan berbeda.

(Foto: healthline)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok