Perhatikan Hal Ini Sebelum Memangkas Bulu Kemaluan

Bagi sebagian orang, memiliki bulu pubis atau bulu kemaluan cukup mengganggu, sehingga lebih senang untuk memanggkas daripada membiarkan tumbuh dengan lebat. Mencukur bulu kemaluan hanya semata untuk membersihkan tubuh dan sebenarnya bukan hal wajib. Bahkan, tidak ada manfaat kesehatan yang bisa Anda dapat dari menghilangkan rambut kemaluan.

Menghilangkan rambut kemaluan adalah pilihan pribadi — baik pria maupun wanita. Jadi, sebelum Anda mengetahui bagaimana cara mencukur bulu kemaluan, pelajari dulu apakah manfaat dari bulu kemaluan yang tumbuh di area intim Anda.

Manfaat bulu kemaluan:

Jessica Shepherd, MD, seorang ahli bedah kandungan dan minim invasif di Pusat Medis Universitas Baylor di Dallas, mengatakan rambut kemaluan memberikan penghalang pelindung bagi tubuh seseorang.

"Ini membantu untuk menangkis bakteri dan patogen yang tidak diinginkan dari memasuki area vagina Ini dapat membantu mencegah Anda terkena infeksi jamur, vaginitis. "

Selain itu, dokter dan ilmuwan tidak sepenuhnya yakin mengapa rambut kemaluan ada. “Teori-teori yang dicurigai, beberapa di antaranya bersifat medis dan sebagian tidak, termasuk gagasan bahwa rambut kemaluan menjaga kehangatan alat kelamin kita, dan bahwa itu memberikan bantalan saat berhubungan seks dan kegiatan lain yang menekan vagina,” kata Sherry Ross, MD, seorang peneliti.

Satu manfaat untuk tidak menghilangkannya: Rambut kemaluan juga dianggap menjebak feromon, yang merupakan bau seksual yang diciptakan oleh bahan kimia tubuh yang secara seksual memikat pasangan, kata Dr. Ross.

Setiap orang pasti memilikinya

Anda memiliki rambut kemaluan sejak Anda masih kecil. Namun, namanya berbeda. "Rambut Vellus sangat pendek, ringan, rambut halus yang menutupi kulit pada tubuh," kata Dr. Ross. Semua anak memilikinya, tetapi Anda tidak bisa melihatnya. "Jenis rambut ini dimaksudkan untuk melindungi kulit dan menjaga tubuh tetap hangat," jelasnya. "Selama masa pubertas, rambut kemal lebih tebal dan lebih gelap yang tumbuh di area kemaluan, di kepala, di bawah lengan, dan di wajah."

Bagaimana cara aman mencukur rambut kemaluan?

Mencukur rambut kemaluan tidak seperti saat Anda mencukur rambut halus di wajah atau kaki. Anda membutuhkan lebih banyak kesabaran dan perhatian khusus karena area genital sangat sensitif. Pasalnya, kalau Anda salah lagkah, akan menjadi tidak nyaman.

1. Pangkas rambut kemaluan terlebih dahulu dengan gunting kecil

Rambut kemaluan memiliki tekstur yang lebih tebal, kasar, dan cenderung keriting. Saat Anda mencukur rambut panjang dan keriting ini, mata pisau cukur akan menarik batang rambut sehingga memudahkan mereka untuk tumbuh kembali ke dalam kulit, dan menyebabkan iritasi pada kulit. Selain itu, terburu-buru bercukur dapat menyebabkan luka cukur, gatal, atau rambut kesat (stubble).

Sebelum Anda mulai memangkas, gosok gunting Anda dengan alkohol untuk mensterilkan mata pisaunya.

Pangkas rambut kemaluan, tapi jangan sampai permukaan kulit — sisakan sedikit batang rambut, sekitar 0,5 cm — untuk memudahkan Anda saat bercukur nanti, sekaligus menghindari potensi rambut yang bertumbuh ke dalam.

2. Awali dengan mandi air hangat

Mencukur rambut kemaluan dalam keadaan kering adalah ide yang buruk. Awali dengan mandi air hangat untuk membuat proses bercukur lebih mudah dan tidak abrasif, serta menghindari Anda dari risiko luka gores.

Suhu hangat saat Anda mandi memungkinkan kulit untuk melunak, dan meluruhkan minyak dan kotoran. Selain itu, air akan secara alami bertindak sebagai pelumas untuk melemaskan folikel rambut dan mencegah rambut tertarik. Setelah itu, keringkan dan tunggu beberapa menit untuk membiarkan kulit pulih.

3. Basuh dengan sabun

Sebelum mencukur, bersihkan dulu organ intimmu dengan menggunakan sabun lembut yang mengandung anti bakteri dan tidak memiliki pewangi. Ini juga akan membuka pori-pori kulit, sehingga akan membuat Anda lebih gampang ketika mencukur.

4. Mulai bercukur dengan alat cukur baru

Agar tetap higienis dan untuk mencegah iritasi dan lecet pada organ intim, ada baiknya Anda selalu menggunakan alat cukur yang baru. Menggunakan alat cukur yang lama atau sudah pernah dipakai dapat menimbulkan iritasi atau rasa gatal. Jadi, pastikan Anda selalu menggunakan alat yang baru.

Arahkan pisau cukur searah dengan lajur pertumbuhan rambut, jangan melawan arus.

Menghadap kaca dan ditemani oleh pencahayaan ruang yang baik, gunakan tangan non-dominan Anda untuk menarik kulit genitalia Anda hingga tegang. Cukur perlahan dan jangan menekan pisau cukur. Hal ini akan membantu Anda menghindari rambut kesat (stubble) dan rambut bertumbuh ke dalam. Metode ini juga akan mengurangi risiko iritasi atau bintil merah, karena mata pisau Anda tidak akan menarik rambut ke arah yang berlawanan dengan arus tumbuhnya.

6. Bilas bersih

Setelah mencukur bersih, bilas area genitalia Anda untuk menghapus sisa-sisa krim cukur guna menghindari gatal-gatal. Keringkan dengan baik, tepuk-tepuk dengan handuk bersih dan jangan digosok.

7. Oleskan aloe vera

Setelah dicukur, aarea intim Anda jadi lebih sensitif. Jadi, untuk mencegah iritasi dan rasa gatal, setelah dibersihkan dengan air, aplikasikan lidah buaya untuk mendinginkan bagian kulit yang memerah dan mencegah terjadinya iritasi. Lidah buaya bersifat menyembuhkan, untuk mengurangi sensasi gatal dan iritasi.

8. Gunakan celana dalam longgar

Karena kulit yang baru dicukur rentan terhadap gesekan, lebih baik pilih celana dalam berbahan katun yang agak longgar agar kulit di bagian area intim dapat bernapas.

(foto: health magazine)

TAG TERKAIT
YesDok
konsultasi
tanyadokter
dokter
area intim
kesehatan
mencukur bulu kemaluan
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di