0 Poin
Obesitas

Penyakit Terkait Obesitas yang Wajib Diwaspadai

Selama masa pandemi, semua orang sebisa mungkin diminta untuk dirumah saja atau bila tidak ada urusan penting yang mendesak sebaiknya tidak melakukan kegiatan di luar rumah. Bahkan orang yang bekerja pun diminta untuk work from home. Hal ini membuat orang-orang tidak banyak melakukan aktivitas, malah ada yang melampiaskannya dengan makan.

Makan secara berlebihan atau tidak terkontrol dapat memicu kenaikan berat badan yang drastis. Tidak menutup kemungkinan memicu obesitas. Karena kebanyakan orang mudah menaikaan berat badan ketimbang menurunkannya. Bila berat bada sudah tidak ideal apalagi obesitas, Anda harus waspada.

Obesitas dapat menyebabkan masalah kesehatan. Berikut penyakit terkait obesitas yang tidak boleh diabaikan:

Penyakit jantung dan stroke 

Penderita obesitas sangat dekat dengan penyakit jantung dan stroke. Pasalnya, orang dengan berat badan berlebihan memiliki tekanan darah dan kelosterol yang tinggi. Keduanya berhubungan erat sebagai pemicu penyakit jantung dan stroke.

Hati berlemak

Hati berlemak sangat mudah ditemukan pada pengidap obesitas. Hati berlemak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat sehingga menyebabkan timbunan lemak di sel hati. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis yakni hati lemak non alkohol (NAFL) dan steatohepatitis non alkohol (NASH).

Penyempitan bulu darah

Obesitas terjadi akibats penumpukan lemak dalam tubuh dan adanya peningkatan kolesterol sehingga pembuluh darah menjadi sempit. Timbunan kolesterol dan lemak tersebut membentuk plak dan menyumbat aliran darah.

Osteoartritis

Osteoartritis merupakan kondisi sendi pada lutut, pinggu atau punggung yang mengalami tekanan akibat beban ekstra. Hal ini juga dipicu oleh obesitas atau kelebihan berat badan. Selain menyerang sendi, penyakit ini juga melemahkan tulang rawan yang biasa berperan sebagi pelindung.

Gangguan pernapasan

Berat badan yang berlebihan juga berkaitan dengan masalah pernapasan. Bahkan orang yang memiliki berat badan berlebih kemungkinan akan mendengkur saat tidur atau mengalami sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan pernapasan yang membuat seseorang berhenti bernapas sementara waktu ketika tidur.  

(Foto: NDTV Food)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok