0 Poin
Pentingnya Zat Besi Untuk Bayi Dari Masa Kehamilan

Pentingnya Zat Besi Untuk Bayi Dari Masa Kehamilan

Zat besi merupakan suatu zat dalam tubuh yang erat dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan. Fungsi dari zat besi yakni untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut elektron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel. Itu kenapa penting bagi orang tua memenuhi kebutuhan zat besi untuk bayi.

Mengutip dari IDAI, kekurangan zat besi dapat berdampak negatif pada kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motorik anak. Selain itu, kekurangan zat besi juga dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada anak. Menurut ahli, anemia defisiensi anak dibawah usia dua tahun menyebabkan anak lebih lama dalam merespon, lebih iritabel dan sulit mengendalikan diri.

Dalam beberapa studi bahkan menunjukkan dampak negatif ini akan terus berlanjut hingga dewasa. Pada sebuah penelitian tahun 2014 menunjukkan bahwa pemberian suplemen zat besi harus diberikan dengan hati-hati. Suplemen zat besi tidak bisa serta merta diberikan pada anak untuk memenuhi kebutuhan zat besi tubuh. 

Cara untuk memastikan kebutuhan zat besi bayi Anda tercukup, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan cadangan zat besi yang cukup dari transfer zat besi pada trimester terakhir kehamilan. Lalu memberikan ASI eksklusif untuk si kecil. Meski zat besi dalam ASI hanya sedikit, namun zat besi tersebut mudah diserap oleh saluran cerna bayi. Dengan kedua cara tersebut, dapat menjamin bayi Anda tidak kekurangan zat besi hingga berusia 4-6 bulan.

Selanjutnya, menginjak usia 6-12 bulan tumbuh kembang bayi sangatlah cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Apalagi pada bayi yang lebih banyak mengonsumsi ASI dan MPASI fortifikasi kurang dari dua kali sehari. Kebutuhan zat besi pada bayi berusia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari dan anak berusia 1-3 tahun yakni 7 mg per hari. Sedangkan ASI hanya memenuhi sekitar 0,3 mg zat besi per hari.

Untuk itu, pastikan si kecil mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi minimal dua kali sehari. Makanan yang mengandung zat besi paling baik adalah daging merah seperti daging sapi cincang, daging kambing, hati ayam, hati sapi, dan sayuran hijau seperti bayam serta brokoli. Mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi vitamin C seperti jeruk, stroberi dan paprika. Hindari pula mengonsumsi susu atau teh pada saat makan utama.

(Foto: verywell family)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok