0 Poin
Aktivitas fisik

Pentingnya Tubuh yang Sehat Saat Berpuasa

Bulan puasa tentu dinantikan oleh segenap umat muslim. Penantian ini ditandai dengan sejumlah persiapan. Salah satunya mempersiapkan fisik agar saat menjalankan ibadah puasa, badan tetap kuat dan sehat. 

Dr Fridolin Seto Pandu menyarankan agar masyarakat mempersiapkan tubuh sebelum menjalankan ibadah puasa dengan mengubah pola hidup ke arah yang lebih sehat.

“Selama satu bulan, tubuh akan berada dalam kondisi tidak makan & tidak minum selama 12 jam. Walaupun kebiasaan ini sudah dilakukan sejak kecil tapi mengingat kesehatan bersifat tidak konstan, ada saja yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan seiring usia dan gaya hidup sehingga sebelum bulan puasa sebaiknya persiapkan tubuh agar tetap kuat dan sehat saat berpuasa,” paparnya.

Persiapan kesehatan dapat dimulai dengan melakukan medical check up untuk mengetahui apakah kita memiliki penyakit komorbid atau tidak. Jika didapati memiliki komorbid, seperti diabetes, hipertensi, asam urat, kolesterol sebaiknya konsultasikan penyakit tersebut pada dokter dan sampaikan niat berpuasa tersebut.

Selain medical checkup, dr.Fridolin juga menyarankan agar mengubah beberapa pola hidup, seperti jam tidur, makan, olahraga untuk meminimalkan keluhan kelelahan dan gangguan sakit lainnya saat berpuasa. 

“Pola hidup sehat harus dilatih dan dibiasakan karena tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi. Menjalankan pola hidup sehat sesungguhnya baik untuk memaksimalkan imun tubuh.  Jika selama ini Anda jarang atau belum menjalankannya, masih ada kesempatan sebelum sampai ke bulan puasa. Nantinya, jika tubuh sudah terlatih, tetaplah menjalankan pola hidup sehat bahkan setelah tidak lagi bulan puasa,” imbuh dr. Fridolin.

Beberapa tips hidup sehat jelang puasa dari dr. Fridolin, dimulai dengan mengatur pola tidur, yaitu membiasakan tidur jam 9 atau 10 malam dan bangun subuh. Jika Anda berkesempatan dapat tidur siang maka beristirahatlah sekitar 30 menit. 

Atur ritme kerja dan aktivitas saat pagi dan siang agar tubuh dapat beristirahat tepat waktu saat malam hari sehingga saat bangun subuh pun tidak merasa lelah. Kebiasaan ini tentu sangat baik agar nanti saat berpuasa, umat muslim tidak terlewat untuk sahur dan menjalankan sholat subuh.

Saran dr. Fridolin selanjutnya adalah memperhatikan asupan. Mulai dengan mengurangi konsumsi daging olahan dan makanan siap saji. Membiasakan diri untuk sarapan dan tidak terlambat makan siang juga baik dilakukan. Rutin mengonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung serat untuk melancarkan metabolisme tubuh agar tidak mengalami sembelit. 

Ada baiknya juga mengurangi kebiasaan ngemil karena tubuh dapat merasa kenyang sesaat hingga mengganggu pola makan. Kebiasaan ngemil juga dapat meningkatkan kadar lemak dalam tubuh yang berhubungan dengan resistensi insulin yang dapat mengganggu metabolisme gula. 

Dengan asupan sehat dan membiasakan tubuh tidak sering ngemil maka saat buka puasa, tubuh sudah terbiasa tidak harus mengonsumsi cemilan manis dan lezat.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok