0 Poin
Fobia sosial.

Pentingnya Terhubung Dengan Orang Lain Selama Pandemi Bagi Penderita Kecemasan Sosial

Seseorang yang mempunyai fobia sosial atau yang sering disebut Social Anxiety Disorder (SAD) memiliki sebuah ketakutan yang parah terhadap segala situasi sosial. 

Tidak hanya itu, perasaan dihakimi, dinilai dan dihina yang terus menerus oleh orang lain menahan mereka dari menjalani kehidupan sehari-hari.

Selama pandemi ini, kita diwajibkan untuk menjaga jarak antar sesama ketika keluar rumah.

Walaupun hal ini merupakan sebuah kelegaan bagi seseorang dengan fobia sosial, keadaan tersebut dapat tetapi kurangnya interaksi dengan orang lain juga dapat meningkatkan kecemasan sosial.

Kondisi karantina diri dan social distancing memungkinkan orang-orang dengan kecemasan sosial untuk sulit menantang pikiran dan keyakinan yang mungkin menyebabkan ketakutan mereka. 

Tanpa kesempatan untuk melakukan ini, mungkin akan lebih sulit bagi orang untuk membuat kemajuan.

Selain itu, menghabiskan waktu sendirian dapat berarti bahwa orang yang menghindari interaksi sosial merasa sulit untuk menyesuaikan kapan waktunya untuk melanjutkan kegiatan normal.

Mengapa tetap terhubung sangat penting bagi penderita SAD

Isolasi diri dapat memengaruhi kesehatan mental secara negatif. Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap terhubung dengan keluarga atau kolega Anda.

Komunikasi secara virtual dapat membantu seseorang tetap berhubung dan itu memberi mereka kesempatan untuk berbicara tentang perasaan mereka.

Kiat untuk memprioritaskan kesehatan mental saat pandemi

Batasi waktu Anda membaca atau menonton berita

Meskipun seseorang perlu mengetahui perkembangan atau update terbaru terkait COVID-19, terlalu banyak paparan pada berita dapat meningkatkan kesedihan, ketakutan, dan stres.

Usahakan untuk membatasi diri Anda dari membaca atau menonton berita tersebut.

Menerapkan gaya hidup sehat

Tidur yang cukup, makan makanan seimbang, dan berolahraga setiap hari dapat membantu orang mengatasi kecemasan.

Mempraktikan teknik relaksasi

Anda dapat mencoba menggunakan aplikasi mindfulness dan relaksasi agar dapat memudahkan mengatasi stres.

Terapi perilaku kognitif

Terapi ini diharuskan oleh seorang psikiater bagi penderita kecemasan sosial untuk mempelajari pola pikir mereka dan dikelola untuk diubah pada pola pikir yang positif.

Selama pandemi ini, terapi perilaku kognitif bisa dilakukan secara online dengan psikiater.

(Foto: earth.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok