0 Poin
kids bone

Pentingnya Menjaga Pertumbuhan Tulang Anak di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada banyak kehidupan. Ini juga mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak. 

Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, pandemi membuat aktivitas fisik dari anak-anak menjadi terbatas di dalam rumah saja. Kebanyakan malah hanya menghabiskan waktu dengan kegiatan yang minim bergerak.

Kondisi ini berpotensi mengganggu pertumbuhan tulang anak dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit tulang pada anak.

Penyakit tulang anak adalah istilah yang menggambarkan kondisi yang mempengaruhi kekuatan tulang, pertumbuhan, dan kesehatan secara keseluruhan pada anak. Tulang anak-anak terus tumbuh dan berubah. 

Banyak anomali pertumbuhan dapat membaik atau memburuk seiring pertumbuhan anak. Kelainan tulang lainnya dapat diturunkan dari generasi ke generasi atau muncul secara spontan pada masa kanak-kanak.

"Anak-anak harus terlibat dalam aktivitas yang tinggi. -Berdampak kegiatan seperti melompat, yang membantu dalam pembentukan tulang,” ujar Melissa Romer, seorang fisioterapis, yang berbasis di Mumbai. 

“Orang tua juga harus bermain olahraga dan permainan dengan anak-anak mereka untuk membuat mereka sadar akan masalah tersebut. Paparan sinar matahari selama 10 menit sebelum jam 11 pagi juga bermanfaat untuk kesehatan tulang," jelasnya.

Salah satu masalah yang paling umum terlihat pada anak-anak adalah skoliosis. Kondisi terkait tulang belakang ini hanya akan memburuk karena membawa tas berat ke sekolah, duduk dengan tidak benar di sofa sambil menonton televisi, atau postur tubuh yang umumnya buruk.

Bagaimana Anda mengidentifikasi jika seorang anak menderita skoliosis? Satu bahu tampak lebih tinggi. Satu pinggul lebih keluar, satu sisi tulang rusuk menonjol lebih dari yang lain, anak tampak bungkuk bahkan setelah mencoba untuk tetap tegak. Biasanya, olahraga terkadang sudah cukup. Penjepit mungkin juga diperlukan. 

Jika Anda melihat semua kondisi ini, Anda bisa langsung konsultasikan dengan ortopedi pediatrik.

Dr. Mohan Puttaswamy, Konsultan Senior dan Ahli bedah ortopedi rekonstruktif, Rumah Sakit Fortis, Bannerghatta Road Poin, ada beberapa poin penting yang harus diingat orang tua untuk kesehatan pertumbuhan tulang anaknya:

Dorong anak Anda untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya lima kali seminggu

Ini bervariasi berdasarkan usia anak Anda, mulai dari anak-anak prasekolah (usia 3 hingga 5) yang aktif sepanjang hari hingga anak-anak usia sekolah dan remaja yang aktif selama 60 menit atau lebih (usia 6 hingga 17 tahun).

Berikan makanan kaya kalsium untuk anak Anda

Produk susu mengandung kalsium dalam kadar sedang. Ragi adalah sumber kalsium lainnya yang sangat baik bagi. Kandungan kalsium ragi adalah 350-375 mg per 100 gram. 

Hindari cola dan minuman bersoda dalam makanan anak

Ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi soda dan minuman bersoda yang berlebihan pada anak-anak berhubungan dengan massa tulang yang lebih rendah. 

Peminum cola cenderung tidak mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D dalam makanan mereka karena mereka mengganti soda dengan cairan yang lebih sehat seperti susu atau jus yang diperkaya kalsium.

Awasi postur anak Anda saat menonton TV atau saat belajar online

Saat duduk untuk anak-anak, aturan '90-90-90' harus diikuti. Saat anak Anda duduk, siku, pinggul, dan lututnya harus membentuk sudut 90 derajat. Ini berarti ketinggian tempat kerja anak Anda harus sama dengan sikunya. 

Kursi mungkin perlu disesuaikan ukurannya untuk mengakomodasi anak kecil dalam posisi duduk yang tepat. Penopang kaki atau bangku harus disediakan jika kaki anak Anda menjuntai ke bawah.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok