0 Poin
Orang dengan menggunakan masker

Penggunaan Masker Kurangi Asupan Oksigen, ini Kata Penelitian

Sama seperti memakai alas kaki sebelum keluar rumah, menggunakan masker juga menjadi sama pentingnya di masa pandemi Covid-19. Masker berguna untuk melindungi risiko penularan dari setiap interaksi individu.

Namun beberapa orang mengkhawatirkan mengenakan masker dapat mengurangi asupan oksigen bahkan memaksa seseorang untuk menghirup karbondioksida untuk diri mereka sendiri. Pengguna masker mengeluhkan dirinya mudah merasa pusing dan tersedak.

Karbondioksida adalah produk sampingan alami dari proses respirasi, yang merupakan sesuatu yang kita hirup keluar-masuk setiap hari. Muncul pertanyaan, mungkinkah memakai masker wajah dapat menyebabkan seseorang menumpuk begitu banyak karbondioksida dan mendapatkan sedikit oksigen?

Menurut National Institutes of Health Amerika, kasus ini jarang terjadi, namun bisa sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Hiperkapnia, toksisitas karbondioksida dapat menyebabkan sakit kepala, penglihatan ganda, vertigo.

Kandungan karbondioksida menjadi sedikit ketika seseorang menghembuskan napas terlalu sering. Sebaliknya, ketika Anda menahan napas, Anda menghasilkan terlalu banyak karbondioksida.

Masalah intinya adalah bahwa karbon dioksida mengatur pH darah dan terlalu banyak karbondioksida membuat darah terlalu asam, sementara terlalu sedikit dapat membuat darah terlalu basa. Dalam kedua masalah tersebut, tubuh mendeteksi perubahan tingkat keasaman darah yang mana bisa berakibat Anda pingsan.

Bahayakah Penggunaan Masker Terlalu Lama?

Semua masker wajah tidak dibuat sama. Sejauh mana topeng dapat mempengaruhi karbondioksida tergantung pada apa yang terbuat dari dan seberapa ketat Anda memakainya. 

Masker N95 mungkin mampu melindungi Anda lebih aman, namun membuat Anda menjadi sulit bernapas. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebab masker N95 digunakan untuk pekerja medis dan pasien tertentu, Anda cukup menggunakan masker kain biasa.

Tetapi hampir tidak mungkin Anda pingsan ketika menggunakan masker jenis kain. Saat bernafas, udara di sekitar masker bergerak melalui pori-pori bahan tersebut. 

Para ahli meragukan apabila masker kain menyebabkan masalah kekurangan oksigen dan pingsan. Bahkan, kebanyakan dari kita melepasnya pada saat-saat tertentu seperti dalam ruangan privat.

(Foto: thetimes.co.uk)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok