0 Poin
Botol susu bayi

Penggunaan Kemasan Makanan dan Minuman Mengandung BPA Bisa Merusak Kesehatan

Di masa Pandemi Covid-19 ini kita perlu pintar untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dengan meningkatkan daya tahan tubuh, selain itu kita harus memerhatikan beberapa hal yang mungkin kita anggap remeh tapi nyatanya bisa merusak kesehatan, contohnya adalah penggunaan Bahan BPA dalam kemasan makanan dan minuman.

Bisphenol-A atau BPA merupakan zat kimia yang sering digunakan dalam banyak produk plastik. Biasanya sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti wadah atau kemasan plastik, botol bayi, mainan anak-anak dan masih banyak lainnya. 

Ternyata, BPA dikabarkan memiliki dampak buruk yang dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia. 

Penjelasan lain mengatakan bahwa BPA adalah monomer yang digunakan dalam pembuatan polikarbonat dan resin epoksi. Polikarbonat sendiri dikenal memiliki sifat yang kaku dan transparan. Berdasarkan sifat bawaannya tersebut, polikarbonat seringkali digunakan sebagai bahan atau wadah yang akan berkontak langsung dengan makanan atau minuman. 

Polikarbonat biasanya digunakan untuk barang-barang seperti peralatan makan, botol susu bayi, mainan bayi bahkan hingga empeng.

Polikarbonat juga digunakan juga untuk peralatan medis, tinta cetak, CD maupun DVD. Sedangkan paparan BPA paling sering terjadi melalui migrasi dari bahan kemasan yang mengalami kontak langsung dengan makanan. 

BPA dapat dialami oleh semua orang, mulai dari bayi hingga lansia. BPA menjadi zat yang dapat mengganggu sistem endokrin atau hormonal dalam tubuh. Hal ini memicu adanya perubahan metabolisme tubuh dan berkaitan dengan resiko terjadinya masalah reproduksi, penyakit jantung, kanker, gangguan perilaku pada anak, hiperaktivitas dan gangguan lainnya.

Bagi para ibu yang memiliki anak balita, disarankan sebaiknya mulai selektif dalam memilih kemasan makanan dan minuman terutama untuk anak-anak. Mulai dihindari dan dikurangi penggunaan plastik sebisa mungkin.

Produk-produk berbahan dasar plastik jika terkena panas atau dicuci berulang kali bisa memicu luruhnya zat kimia berbahaya yang akan mencemari makanan atau minuman anak-anak kita. Oleh karena itu, kita bisa mulai memikirkan alternatif peralatan lain seperti menggunakan bahan kaca, stainless steel atau silicone.

Selain itu, Dalam kehamilan, BPA dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Tak hanya itu, paparan BPA sejak dalam kandungan dikhawatirkan memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak.

(Foto : pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok