0 Poin

Mungkinkah Parfum Menggunakan Bahan Kimia Berbahaya?

Kita semua umumnya dimanja oleh berjuta pilihan aroma parfum. Baik berupa vanilla, buah-buahan, hingga tumbuh-tumbuhan mampu membuat sulit beranjak dari rumah tanpa mengenakannya. Namun apakah Anda pernah bertanya-tanya apa bahan yang terkandung pada parfum istimewa yang biasa digunakan?

Pada sebuah parfum sesungguhnya terkandung bahan kimia di dalamnya. Bahan kimia tersebut menempatkan Anda pada risiko berbagai gangguan paru dan dada, termasuk juga kanker.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh organisasi kesehatan lingkuhan di Amerika mengklaim bahwa di antara semua kosmetik, khususnya parfum mengandung sekitar 1200 bahan kimia penyebab kanker. Lebih buruk lagi, kandungan tersebut dapat mengganggu sistem endokrin Anda yang mampu menyebabkan gangguan reproduksi dan ketidakseimbangan hormon.

Mengapa parfum mengandung bahan kimia di dalamnya?

Idealnya, produsen menggunakan bahan kimia untuk meningkatkan umur produk dan memastikan bahwa daya semprotnya menyebar dengan baik dan memberikan hasil yang diinginkan. Produsen biasanya memiliki pilihan untuk tidak mengungkapkan nama-nama bahan kimia yang sebenarnya sarat di dalamnya. Mereka hanya mengklaim menambahkan bahan rahasia yang mampu membuatnya wangi.
 
Bahan kimia di dalam parfum mengandung karsinogen, kandungan ini dilarang di Eropa karena mengandung potensi yang sangat beracun. 

Satu helai aroma pada parfum mengandung minimal 15-20 zat kimia di dalamnya. Ini menempatkan kesehatan wanita tanda bahaya karena mereka adalah target pasar utama untuk produk kosmetik. Ini juga menjelaskan mengapa banyak orang mengalami semacam reaksi alergi. Salah satu efek samping dari bahan kimia dalam parfum yaitu sakit kepala yang mengganggu.

Ada beberapa cara untuk memastikan bahwa parfum yang dikenakan tidak membuat diri kecewa setelah membelinya. Pertama selalu periksa label pada produk, jika ada sesuatu yang mencurigakan, periksa ulang. Kedua, selalu lakukan tes dahulu, lihat apakah setelahnya kulit akan bereaksi atau tidak.

Namun banyak kesalahpahaman muncul bahwa deodoran atau parfum harus diolekan pada kulit. Anda bisa cukup mencobanya pada pakaian yang dikenakan. Tentu dengan trik tersebut minyak alami tubuh tidak terganggu dan mengurangi reaksi kimia.

(Foto: dhgate.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di