0 Poin
mitos kesehatan

Mitos Kesehatan yang Tidak Perlu Dipercaya

Mitos kesehatan yang beredar dapat membuat masyarakat salah kaprah dan menyesatkan. Mitos seputar kesehatan ini bisa semakin popular dan dipercaya karena disampaikan dari mulut ke mulut. Beriktu mitos kesehatan yang tidak perlu dipercaya kebenarannya:

Mengatasi luka bakar dengan pasta gigi

Banyak yang mempercayai bahwa pasta gigi atau lebih dikenal dengan odol dapat menyembuhkan luka bakar. Hal ini karena odol memiliki efek dingin yang mampu meringankan sensasi luka bakar pada kulit. Padahal itu hanyalah mitos belaka yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. Sebab, mengoleskan odol pada luka bakar dapat membuat luka semakin parah. 

Sifat odol yang lengket dapat mendorong pertumbuhan bakteri berkembang biak lebih mudah. Tentunya kondisi ini justru mempersulit penyembuhan luka.

Selain itu, perlu diketahui bahwa kandungan pada odol seperti zat pemutih gigi, calcium carbonate,potassium citrate sangat berbahaya jika dioleskan pada luka bakar dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Hindari juga mengoleskan minyak kelapa, minyak goreng dan minyak zaitun. Karena minyak dapat menahan panas dan membuat kulit terus terbakar.

Makan telur dapat menyebabkan bisulan

Telur adalah makanan yang mudah dijumpai, gampang diolah dan mengandung nutrisi yang baik. Namun sayangnya, makan telur yang terlalu banyak selalu dikaitkan dengan penyakit bisulan. Para ahli mengatakan telur bukan penyebab timbulnya bisul. Bisul sendiri bisa timbul di kulit seseorang akibat infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan pada folikel rambut. Karena kondisi kulit yang terlalu kotor, berminyak dan gesekan rambut dengan kulit lainnya.

Peluang seseorang mengalami bisul adalah kontak dengan orang yang memiliki bisul, penderita diabetes, orang yang memiliki riwayat masalah kulit dan imunitas yang rendah. Mengonsumsi telur secara berlebihan juga tidaklah baik bagi kesehatan. Bukan bisul, tapi penyakit yang bisa terjadi jika Anda makan telur terlalu banyak adalah jerawat,

Biji cabai penyebab usus buntu

Efek biji cabai tidak memengaruhi terjadinya usus buntu. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa tanpa sengaja menelan biji cabai ternyata tidak akan menyebabkan usus buntu. Penyebab terjadinya usus buntu lebih sering karena kurangnya asupan air putih setiap hari. Dilansir dari Kominfo, meski mengonsumsi cukup banyak serat setiap hari namun tidak mencukupi kebutuhan cairan, maka tetap saja saluran pencernaan akan kesulitan mendorong sisa makanan yang sudah selesai dicerna. Sehingga, serat dalam saluran pencernaan akan menggumpal dan tidak segera dikeluarkan lewat BAB. Jika jumlah kotoran ini terlalu banyak dan menumpuk sampai mencapai usus buntu. 

(Foto: your health)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok