0 Poin
Telinga.

Menjaga Kesehatan Telinga

Telinga merupakan salah satu indera vital bagi tubuh. Selain sebagai indera pendengaran, telinga juga merupakan indera keseimbangan. Gangguan pada telinga bisa berakibat fatal, untuk itu perhatikan beberapa hal yang bisa menjaga telinga tetap sehat dan berfungsi dengan baik. 

Membersihkan telinga

Salah satu cara menjaga kesehatan telinga adalah jangan terlalu sering membersihkan telinga menggunakan korek kuping (cotton buds). Para ahli THT berpendapat bahwa membersihkan telinga dengan korek kuping merupakan kebiasaan kurang baik. Korek kuping dapat membuat serumen atau kotoran telinga terdorong ke dalam hingga masuk ke dalam cekungan dekat gendang telinga. Jika mengendap terlalu lama, kotoran dapat mengeras di liang telinga. Selain itu kapas yang tertinggal dapat menyumbat gendang telinga dan menyebabkan pendengaran berkurang.

Kurangi intesitas kebisingan

Hal yang bisa dilakukan adalah menjauhi suasana yang terlalu bising, seperti jalan raya atau terselalu menonton konser musik. Apabila bekerja di pabrik dengan mesin yang sangat bising, gunakan pelindung telinga untuk mengurangi intensitas kebisingan. 

Kadang tanpa disadari penggunaan earphone dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada indera pendengaran. Jika memungkinkan kurangi penggunaan earphone apalagi dengan volume yang terbiang keras. 

Mengunjungi dokter THT secara rutin

Bagi anak-anak, disarankan untuk pergi ke dokter THT 6 bulan sekali. Sedangkan bagi orang dewasa, jika tidak ada kelainan anatomi dan telinga dalam keadaan sehat, cukup setahun sekali. Jika ada gejala gangguan telinga yang tidak jelas penyebabnya, segera konsultasikan dengan dokter THT.

Menjaga telinga agar tetap kering

Kelembaban yang berlebihan dapat memungkinkan bakteri masuk dan menyerang saluran telinga. Hal ini dapat menyebabkan jenis infeksi telinga, yang dapat berbahaya bagi kemampuan pendengaran Anda. Pastikan Anda mengeringkan telinganya dengan lembut setelah mandi atau berenang. Jika Anda dapat merasakan air di telinga, miringkan kepala Anda ke samping dan tarik sedikit cuping telinga agar air dapat keluar.

Kontrol stres 

Stres dan kegelisahan telah dikaitkan dengan tinitus sementara dan permanen (sebuah bayangan di telinga). Tingkat stres yang tinggi menyebabkan tubuh Anda masuk ke mode fight or flight, yang merupakan reaksi insting yang mengisi tubuh Anda dengan adrenalin untuk membantu Anda melawan atau melarikan diri dari bahaya. Proses ini memberi banyak tekanan pada saraf, aliran darah, panas tubuh, dan banyak lagi. Biasanya dianggap bahwa tekanan dan stres ini dapat menjalar ke telinga bagian dalam Anda dan berdampak pada gejala tinnitus.

(Foto: newsnetwork.mayoclinic.org)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok