0 Poin
Anak yang terlihat sedih

Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama PSBB

Pandemi virus corona telah berdampak pada kesehatan secara umum, tak terkecuali mental. Sebuah laporan baru WHO mengatakan bahwa lebih dari 3 juta anak berisiko mengalami masalah kesehatan mental akibat pandemi. 

Beberapa temuan mengamati bahwa di Cina, 1 dari 5 anak menunjukkan gejala depresi dan kecemasan saat karantina. Tidak hanya kegelisahan yang melanda orang dewasa, fakta peneliti ini juga mengatakan bahwa anak-anak, semakin berisiko terhadap masalah kesehatan mental terkait krisis coronavirus. Sebuah perhatian serius bagi para orang tua di tengah pandemi ini.

Pembatasan ruang, area bermain, hingga sekolah dari rumah membuat guncangan besar pada diri anak-anak. Mereka kehilangan jati diri bermain dan berinteraksi dengan teman seusianya. Studi tersebut menekankan peran orang tua dalam penanganan mental mereka, berikut yang perlu diperhatikan.

1. Hadir Mengelola Stres

Anak-anak, ketika usia mereka masih merasa rentan secara emosional atau mengalami krisis kesehatan mental, berperilakulah sedikit berbeda dan mungkin tidak menunjukkan pendekatan seperti orang dewasa. Oleh karena itu, penting mempelajari pola pengasuhan, komunikasi dan melihat tanda-tanda masalah awal munculnya stres.

2. Bantu Anak Konsentrasi

Dengan perubahan jadwal serta gaya hidup, anak-anak juga memiliki banyak hal yang berubah dalam hidup mereka. Perubahan-perubahan ini jelas berdampak pada psikologis anak sehingga ia sulit konsentrasi kita beraktivitas dari rumah. Agar rutinitas mereka tetap fokus Anda bisa memberika tugas-tugas yang relevan dengan sekolah mereka yang diimbangi dengan pola interaktif.

3. Ingatkan Pola Makan

Berhati-hatilah dengan pola makan anak Anda selama isolasi mandiri di rumah. Jika ia cenderung makan lebih sedikit dari biasanya, mudah marah atau rewel tentang hidangan tertentu maka coba ajak ia bicara. Gejala-gejala persoalan makanan ini harus segera ditangani agar tidak menjalar pada masalah psikis yang lain.

4. Ingatkan Tidur Cukup

Stres dan kegelisahan dapat secara serius mengacaukan siklus tidur apalagi jika terjadi pada anak-anak. Insomnia atau masalah tidur lainnya dapat mengarah pada sesuatu yang serius tanpa kita sadari. Kurang tidur bisa dikaitkan dengan imunitas yang lemah.

5. Perhatikan Emosinya

Meskipun umum bagi anak-anak untuk mengalami perubahan suasana hati dengan cepat, namun jika masalah ini terus berulang pasti ada yang menggantu mental anak Anda. Perhatikan pola agresifitasnya, ekspresi marah, rewel, sedih, bahkan ketika ia memilih menyendiri. 

Beri perhatian lebih pada mereka pada situasi sulit ini tentunya. Bertukar cerita atau memberinya pelukan mungkin dapat lebih menenangkannya. Jadikan rumah Anda tempat yang menyenangkan, bukan seperti mereka merasa dijauhi.

(Foto: unr.edu)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok