0 Poin

Menggunakan Smartphone Sebabkan Memar Hingga Patah Tulang, Kok Bisa?

Semakin maraknya penggunaan smartphone ternyata jumlah orang dengan cedera kepala dan leher juga meningkat, khususnya di Amerika Serikat.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa ponsel pintar telah mengirim lebih banyak orang ke ruang gawat darurat selama dua dekade terakhir karena cedera seperti luka di wajah, memar, hingga patah tulang.

Orang-orang sekarang lebih sering sibuk menatap layar ponsel. Ini meningkatkan risiko tersandung, jatuh dan melukai kepala dan leher mereka.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Otolaryngology, menggunakan basis data dari Komisi Keamanan Produk Konsumen AS untuk menganalisis kunjungan ruang gawat darurat di hampir 100 rumah sakit di seluruh negeri. Peneliti mencatat 2.500 pasien dengan cedera kepala atau leher terkait ponsel dari tahun 1998 hingga 2017.

Tim dari Rutgers New Jersey Medical School di Newark mengatakan bahwa cedera yang terkait dengan penggunaan ponsel meningkat secara signifikan setelah tahun 2006. Saat itulah smartphone pertama kali diperkenalkan.

Sebagian besar kasus disebabkan oleh penggunaan yang sibuk dengan smartphone, termasuk mengirim pesan teks saat berjalan, tersandung dan mendarat dengan telungkup di trotoar.

"Saya tidak berpikir orang menyadari betapa rapuhnya kita sebagai manusia. Kami ulet, tetapi kami juga rapuh. Anda jatuh dan Anda bisa mendapatkan cedera yang sangat buruk, ”kata Paskhover kepada NBC News. “Anda berjalan di kota dan Anda melihat semua orang hanya melihat ponsel mereka. Ketahuilah bahwa Anda dapat melukai diri sendiri. ”

Para peneliti memperkirakan bahwa jumlah semua orang yang terluka oleh atau karena ponsel bisa mencapai hampir 76.000 di seluruh negeri. Dari 1998, jumlah kasus tahunan kurang dari 2.000. Tetapi ketika industri mulai menjual smartphone setelah 2006, angkanya meningkat secara signifikan.

Hampir 40 persen orang dengan cedera ponsel cerdas berusia 13 hingga 29 tahun. Banyak pasien dilaporkan terluka saat berjalan, mengirim SMS atau mengemudi.

Beberapa cedera bahkan menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan memerlukan operasi, seperti cedera otak traumatis. Paskhover mengatakan penelitian ini menyoroti pentingnya mengurangi waktu layar saat berjalan atau melakukan kegiatan lain.

"Jangan terganggu - titik," katanya. “Waspadai diri sendiri. Jawab pesan teks, baik-baik saja, tetapi Anda tidak boleh berkeliling membaca artikel di ponsel Anda."

(Foto: IBTimes)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok