0 Poin
Mengenal Sperma Kosong dan Penyebabnya

Mengenal Sperma Kosong dan Penyebabnya

Sperma merupakan cairan yang mengandung sel-sel reproduksi laki-laki yang berukuran mikroskopis. Cairan sperma ini yang biasanya masuk ke organ reproduksi wanita selama berhubungan intim. Serta pada proses pembuahan bertemunya sel telur wanita dengan sperma ini akan membentuk janin. Kesehatan dan kualitas terbaik sperma sangat mendukung terjadinya keberhasilan kehamilan. Namun, salah satu masalah yang rentan terjadi pada sperma adalah sperma kosong.

Sperma kosong merupakan kondisi dimana air mani pria tidak mengandung sperma sama sekali. Kondisi ini pada dunia media disebut dengan azoospermia. Azoospermia bisa disebabkan oleh gangguan hormone atau masalah pada testis. Misalnya adanya infeksi atau sumbatan pada saluran sperma. Atau kemungkinan penyebab lainnya yakni:

  • Pretesticular: Testis dalam kondisi normal tetapi ada kondisi medis yang menghambat pembentukan sperma seperti masalah hormon.
  • Testicular: terjadinya kerusakan testis akibat infeksi, sindrom klinefelter hingga terapi radiasi.
  • Post Testikular: Kondisi saat testis normal, produksi sperma ada namun tidak keluar akibat adanya sumbatan.

Untuk gejalanya sendiri sebenarnya tidak ada ciri yang khas mengenai sperma kosong ini. Biasanya sperma kosong ini diketahui setelah adanya pemeriksaan ketika istri tidak kunjung hamil. Pada kasus azoospermia yang terjadi akibat gangguan hormon dapat disertai dengan gejala menurunnya gairah seksual, terjadi disfungsi ereksi dan tidak tumbuh rambut tipis. Selain itu, volume ejakulasi rendah, sakit saat buang air kecil, kesulitan ereksi, testis kecil atau tidak turun, urine keruh setelah berhubungan seksual.

Bagi penderita azoospermia yang ingin memiliki momongan, tergantung pada tingkat keberhasilan penanganan yang sesuai dengan penyebabnya. Dokter akan mendiagnosa azoospermia saat Anda sudah melakukan dua kali Analisa air mani namun tidak ditemukan sperma. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang lainnya. 

Cara mengobati azoospermia berbeda-beda berdasarkan penyebabnya. Namun secara umum, dokter akan memberikan beberapa cara pengobatan seperti terapi hormonal, vasektomi reversal, microsurgical testicular sperm extraction (micro TESE), transurethral resection of the ejaculatory ducts (TURED) dan koreksi bekas luka. Azoospermia bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat, dan mengelola stress.

(Foto: today online)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok