0 Poin
tidur

Mengenal Short Sleeper Syndrome, Kebiasaan Tidur dalam Durasi Pendek

Short sleeper syndrome atau sindrom tidur pendek, yang mana membuat orang hanya tidur 4 sampai 6 jam per malam dan masih merasa cukup istirahat dan waspada keesokan harinya.

Meskipun kondisi langka ini mempengaruhi sekitar satu persen dari populasi, ada sejumlah orang terkenal yang mengaku secara teratur memiliki waktu tidur yang sangat sedikit, termasuk Barack Obama, Martha Stewart, dan Jack Dorsey, pendiri Twitter.

Pakar tidur mungkin menyebut seseorang dengan sindrom short sleeper sebagai "habitual short sleeper" (HSS) dan "natural short sleeper (NSS)," kata Paula G. Williams, PhD, profesor di departemen psikologi di University of Utah yang telah mempelajari tidur pendek.

Meskipun sekitar 30% orang Amerika melaporkan serangan tidur pendek yang teratur, banyak yang tidak tidur pendek dari sudut pandang klinis karena mereka tidak merasa cukup istirahat pada hari berikutnya.

Gejala utama sindrom short sleeper adalah secara konsisten tidur enam jam atau kurang dan merasa berfungsi penuh keesokan harinya. 

Williams mengatakan sindrom short sleeper jauh berbeda dari kondisi seperti insomnia. Misalnya, orang dengan insomnia akan ditandai dengan kecemasan yang lebih tinggi. "Orang-orang ini biasanya melaporkan kelelahan, dan ketidakpuasan dengan tidur pendek mereka," katanya.

Banyak orang dengan sindrom tidur pendek mungkin tidak mencari diagnosis dari dokter karena mereka tidak mengalami efek kesehatan yang merugikan, kata Lynelle Schneeberg, PsyD, asisten profesor di Yale School of Medicine dan American Academy of Sleep Medicine Fellow.

Namun, Anda mungkin menderita kurang tidur dan bahkan tidak menyadarinya. Jadi, jika Anda tidur 6 jam semalam atau kurang, penting untuk mendapatkan diagnosis, kata Shneeberg. 

"Akan ideal untuk menyingkirkan insomnia dan gangguan tidur medis lainnya, seperti sleep apnea, yang dapat menyebabkan gangguan tidur," jelasnya.

Sedikit yang diketahui tentang penyebab sindrom tidur pendek, tetapi para peneliti telah menemukan bukti yang meyakinkan bahwa setidaknya sebagian dari terjadinya sindrom ini disebabkan oleh masalah genetik.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok