0 Poin
Orang tua sibuk

Mengenal Istilah Orang Tua "Present But Absent Parent"

Dari bayi hingga remaja setiap anak membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Anak tidak hanya membutuhkan materi yang diberikan oleh orang tuanya tetapi juga kasih sayang. Rasa cinta yang ditunjukkan orang tua kepada anaknya bisa memberikan dampak yang positif.

Tapi saat ini banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak memiliki waktu untuk sekadar main atau menanyakan keadaan anaknya. Ada pula orang tua yang hadir secara fisik untuk anaknya, namun tidak secara emosional. Dalam dunia parenting, kondisi tersebut dikenal dengan istilah present but absent parent.

Istilah present but absent parent ini merupakan kondisi dimana orang tua memenuhi kebutuhan fisik anaknya, tetapi tidak memenuhi kebutuhan emosional si kecil. Padahal anak-anak harus diberikan afirmasi positif, dipuji, dicintai dan diterima oleh orang tuanya sendiri. Untuk itu kenali tanda-tanda present but absent parent sebagai berikut:

  • Orang tua berada di dekat sang anak, tetapi orang tua tidak boleh diganggu oleh anak.
  • Meski secara fisik orang tua dekat dengan anak, tetapi orang tua selalu sibuk dengan ponselnya.
  • Terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sulit menyisihkan waktu bersama anak.
  • Orang tua tidak pernah mengungkapkan rasa sayangnya melalui kata-kata atau afirmasi positif untuk anaknya.
  • Orang tua yang menghindari mengungkapkan perasaan sayangnya pada anak melalui sentuhan fisik.
  • Orang tua mengalami stres yang berkepanjangannya dan dampaknya tidak dapat membangun koneksi yang baik dengan anak.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari hal-hal diatas. Anda bisa menerapkan aturan no gadget pada saat berkumpul bersama misalnya di jam makan bersama atau menjelang tidur. Untuk membangun koneksi dan ikatan yang baik dengan si kecil, Anda bisa memulainya dengan percakapan sederhana seperti menanyakan bagaimana harinya lalu beri respon positif. Selalu tatap matanya bila Anda sedang berbicara dengan si kecil.

Saat Anda mengetahui anak Anda melakukan kesalahan atau berperilaku negatif jangan selalu memberikan konsekuensi atau marah pada anak. Anda bisa memberikan pemahaman bahwa hal tersebut tidak baik agar si kecil tidak mengulanginya. Jangan sungkan meminta maaf dengan sungguh-sungguh bila Anda melakukan salah pads si kecil.

Selain itu, berikan pelukan dan sentuhan fisik pada si kecil. Lalu usahakan meluangkan waktu untuk hadir secara fisik dan emosional untuk si kecil.

(Foto: psychalive)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok