0 Poin
Manfaat Beras Shirataki

Manfaat Beras Shirataki, Cocok untuk Anda yang Lagi Diet!

Ada banyak makanan yang bisa menjadi sumber karbohidrat. Ya, Anda bisa mencukupi kebutuhan karbohidrat tak hanya dari mengonsumsi nasi, tapi bisa juga dari kentang, jagung, dan bahkan yang saat ini sedang populer, yakni shirataki. Lalu, apa beda dan manfaat beras shirataki dibandingkan dengan sumber karbohidrat yang lain?

Beras shirataki belakangan tengah populer, terutama bagi orang-orang yang menjalani diet rendah karbohidrat dan gluten. Sebenarnya, shirataki tak hanya bisa dikonsumsi sebagai nasi, ada berbagai produk lain yang juga terbuat dari shirataki, seperti mi, tahu, jeli, dan bahkan obat tradisional.

Meski merupakan salah satu sumber karbohidrat, namun kandungan karbohidrat dalam beras shirataki tidak sebanyak dengan makanan sumber karbohidrat lainnya. Ini juga yang membuat beras shirataki disukai oleh orang-orang yang tengah menjalani diet rendah karbohidrat.

Selain itu, beberapa manfaat beras shirataki lainnya yakni:

Menurunkan berat badan

Manfaat beras shirataki yang paling banyak diincar orang adalah, konsumsi beras shirataki membantu orang-orang yang tengah menjalani diet penurunan berat badan. Kandungan serat yang tinggi dalam beras shirataki membantu perut merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda tidak akan tergoda untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan, atau ngemil camilan yang tinggi kalori.

Tak hanya itu, serat yang terkandung dalam beras shirataki juga dapat memfermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek. Proses ini dapat merangsang pelepasan hormon usus yang memberikan sinyal ke tubuh untuk rasa kenyang.

Menurunkan kolesterol

Kandungan glukomanan dalam beras shirataki dapat membantu menurunkan kadar kolesterol berlebih dalam tubuh. Penelitian menemukan bahwa glukomanan dapat meningkatkan pelepasan kolesterol melalui feses. Ini membuat kolesterol yang terserap ke aliran darah menjadi lebih sedikit, dan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) pun menjadi lebih rendah.

Meningkatkan asupan serat

Kandungan serat glukomanan menambah banyak manfaat beras shirataki untuk kesehatan. Ini merupakan salah satu jenis serat larut yang sangat kental. Selain bisa menyerap air hingga 50 kali bobot asalnya, serat glukomanan juga bisa menjadi prebiotik, yakni makanan untuk bakteri baik yang hidup di usus.

Bakteri yang hidup di usus melakukan fermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek. Setelah difermentasi, asam lemak rantai pendek ini bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan juga menjaga kesehatan pencernaan Anda.

Mengatasi sembelit

Kandungan serat glukomanan yang tinggi membuat manfaat beras shirataki salah satunya juga melancarkan pencernaan, termasuk mencegah dan mengatasi sembelit.

Penelitian menunjukkan bahwa serat glukomanan ini ampuh dalam mengatasi sembelit parah pada anak-anak. Pada orang dewasa, serat glukomanan dapat melancarkan buang air besar dan menambah jumlah bakteri baik di usus. Ini semua karena serat glukomanan juga bertindak sebagai prebiotik untuk bakteri baik di usus.

Menurunkan kadar gula darah

Lagi-lagi, serat glukomanan menambah manfaat beras shirataki untuk kesehatan, yakni dengan cara menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap seimbang, terutama pada penderita diabetes dan resistensi insulin.

Serat glukomanan dapat menunda pengosongan makanan di perut, sehingga kadar gula darah dan insulin dapat naik secara bertahap, seiring penyerapan nutrisi yang terjadi di dalam darah. Sebuah penelitian membuktikan klaim ini. Peserta dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi shirataki secara teratur, terlihat mengalami penurunan gula darah fruktosamin yang signifikan.

(Foto: e-konnyaku.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok