0 Poin

Makan Banyak Lemak Tinggi Bisa Berpengaruh Buruk Pada Otak

Pola makan memengaruhi tubuh secara fisik, mulai dari naiknya berat badan hingga risiko terkena penyakit. Tetapi sebuah studi baru menunjukkan makanan yang Anda makan juga dapat menyebabkan perubahan neurologis di otak.

Para peneliti dari Universitas Yale menemukan efek negatif lain dari pola makan tinggi lemak. Ini bisa berkontribusi pada penyimpangan di wilayah otak yang memainkan peran kunci dalam berat badan dan metabolisme.

"Ada mekanisme otak tertentu yang bisa diaktifkan ketika kita memaparkan diri kita pada jenis makanan tertentu," kata para peneliti dalam sebuah pernyataan. “Ini adalah mekanisme yang mungkin penting dari sudut pandang evolusi. Namun, ketika makanan yang kaya lemak dan karbohidrat terus-menerus tersedia, itu merugikan. "

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism, berasal dari analisis efek dari pola makan tinggi lemak pada peradangan hipotalamus, yang terjadi sebagai respons otak terhadap obesitas dan kekurangan gizi. Para peneliti mengatakan pola makan ini bisa memicu peradangan seperti itu sejak tiga hari setelah konsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat.

"Kami tertarik dengan fakta bahwa ini adalah perubahan yang sangat cepat yang terjadi bahkan sebelum berat badan berubah, dan kami ingin memahami mekanisme seluler yang mendasarinya," Sabrina Diano, ketua peneliti dan profesor ilmu saraf dan kedokteran perbandingan, mengatakan.

Dalam tes pada subjek hewan, pola makan tinggi lemak menyebabkan perubahan struktur sel mikroglial. Sel-sel ini melindungi sistem saraf pusat, yang mengatur peradangan.

Perubahan sel kemudian memengaruhi cara otak hewan menerima sinyal peradangan dan mendorong mereka untuk makan lebih banyak. Mereka yang memiliki pola makan tinggi lemak mengalami obesitas.

Tetapi para peneliti mampu membalikkan efek diet dengan menghilangkan protein UCP2 dari mikroglia. Hewan-hewan itu makan lebih sedikit dan tampak tahan terhadap kenaikan berat badan meskipun mengonsumsi makanan tinggi lemak.

Diano telah mulai mempelajari efek diet tinggi lemak pada berbagai penyakit di otak, termasuk penyakit Alzheimer.

(Foto: Everyday Health)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok