Kurus Cara Instan itu Bahaya Loh!

Tubuh sempurna selalu dikaitkan dengan bentuk yang langsing, kurus, dan tinggi. Tidak jarang tiga hal tersebut menjadi impian banyak orang yang rela melakukan apa saja demi mendapatkanya. Mulai dari mengatur pola makan, olahraga secara teratur, sampai diet sehat ataupun diet instan yang cepat.

Tentu boleh-boleh saja kita melakukan penurunan berat badan dengan cepat. Namun, tidak selamanya yang instan dan cepat itu berdampak positif bagi kesehatan. Berbagai risiko kesehatan pun mengancam jika berat badan Anda turun terlalu cepat. Hal inilah yang tidak banyak orang pahami, sebelum melakukan diet instan.

Berikut beberapa resiko yang mengancam jika melakukan diet instan sembarangan:

Eating Disorder

Anda pasti pernah mendengar bulimia dan anoreksia? Pada prinsipnya, anoreksia dan bulimia digolongkan sebagai weight-phobia alias penderita takut berat badannya bertambah. Anoreksia dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang cukup serius bila tidak ditangani, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Sejumlah gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat anoreksia, antara lain adalah: Pengeroposan tulang (osteoporosis), yang dapat memicu patah tulang (fraktur) Gangguan menstruasi pada wanita.

Sedangkan bulimia, merupakan keadaan dimana seorang pasien makan secara berlebihan secara berulang-ulang (binge) dan kemudian kembali mengeluarkannya. Kebiasaan memuntahkan makanan menyebabkan tubuh melepaskan endorfin, yaitu bahan kimia alami yang membuat penderita merasa nyaman. Hal ini membuat penderita semakin terpacu untuk kembali memuntahkan makanannya secara habis-habisan agar merasa nyaman.

Namun kebiasaan tersebut otomatis membuat penderita mengalami kekurangan berbagai vitamin. hal ini tak hanya memengaruhi kesehatan fisik tapi  juga kondisi emosional penderita, contohnya menjadi lebih mudah tersinggung dan suasana hati yang tidak stabil

Anemia

Saat ini banyak remaja putri yang terobsesi memiliki tubuh langsing dan ramping, akibatnya banyak yang melakukan diet secara asal-asalan. Kondisi ini ternyata juga membuat banyak remaja putri kena anemia.

Anemia adalah kondisi yang relatif umum dikalangan gadis-gadis remaja terutama pada masa pubertas. Hal ini disebabkan karena laju pertumbuhan yang cepat dan kekurangan zat besi akibat menstruasi. Bahkan kebutuhan zat besi untuk perempuan yang masih berada dalam usia reproduksi ini hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan laki-laki.

Kondisi yang ditandai saat saat seseorang seseorang kekurangan zat besi seperti kelelahan, sesak napas, kurang konsentrasi dan mudah tersinggung.

Membahayakan Organ Hati

Berdasarkan penelitian yang dikeluarkan oleh Journal Physiology of Gastrointestinal and Liver Physiology, berat badan seseorang mengalami penurunan drastis ternyata juga berpengaruh negatif pada organ hati.

Berat badan yang tidak stabil dapat meningkatkan kandungan lemak pada hati, hal tersebut dapat membawa seseorang pada risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit-penyakit degeneratif yang berhubungan dengan organ hati.

Mengurangi Kecantikan

Nutrisi yang didapatkan dari makanan sebenarnya bukan cuma mendukung kesehatan, tetapi juga kecantikan. Namun jika Anda membatasi konsumsi makanan, kondisi luar tubuh juga ikut terpengaruh, salah satunya rambut menjadi rontok, kulit terasa lebih kering, jerawatan, dan bibir pun pecah-pecah.

Kekurangan zat besi menyebabkan ukuran sel darah merah jadi menciut, lebih sedikit, dan tidak dipenuhi oleh hemoglobin. Hasilnya, rona warna kulit jadi memucat dan kusam, terutama di daerah lapisan kelopak mata dan dinding dalam pipi.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL
 

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di