Kurang Tidur Bisa Sebabkan Penyakit Alzheimer

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengantuk pada siang hari mungkin memiliki bangunan plak berbahaya di otak mereka yang merupakan tanda penyakit Alzheimer, Ciri Alzheimer adalah adanya akumulasi protein di otak yang disebut beta-amyloid.

Para penulis di penelitian tersebut mengatakan saat ini dipercaya bahwa satu manfaat tidur adalah untuk membersihkan beta-amyloid, dan tidur yang buruk memungkinkan semakin berkembangnya tanda tersebut. "Orang tua dengan kantuk di siang hari yang berlebihan mungkin lebih rentan terhadap perubahan terkait penyakit Alzheimer," kata penulis yang juga seorang profesor radiologi Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika, Prashanthi Vemuri, seperti yang dilansir laman WebMD.

Tetapi ia mencatat bahwa penelitian pada studi baru ini hanya bersifat observasional dan karena itu tidak membuktikan bahwa tidur yang buruk menyebabkan peningkatan beta-amyloid. Ia menambahkan bagaimanapun juga memang mungkin ada hubungan yang sangat kuat antara tidur dan perkembangan beta-amyloid, namun hubungan yang sebenarnya mungkin tidak jelas. “Belum cukup jelas juga bagaimana tidur yang buruk sehingga dapat meningkatkan akumulasi beta-amyloid.

Meskipun penumpukan beta-amyloid merupakan tanda Alzheimer, penyakit ini tidak akan menimpa seseorang, dan mungkin hanya merupakan tanda proses penuaan lainnya,” ucap Prashanthi. Ia melanjutkan bahwa tidur telah diusulkan dan penting untuk membersihkan amyloid otak, studi ini juga menegaskan bahwa tidur yang terganggu mungkin merupakan faktor risiko penyakit Alzheimer melalui amyloid yang meningkat. Para peneliti juga membandingkan pemindaian untuk mencari perubahan di otak. Mereka menemukan peningkatan beta-amyloid di area otak utama pada peserta yang dilaporkan sangat mengantuk di siang hari, sementara itu Penelitian ini dipublikasikan online 12 Maret di jurnal JAMA Neurology.

Rekan penulis editorial jurnalis tersebut mengatakan bahwa gangguan tidur yang konsisten dan tidak diobati tampaknya membantu perkembangan Alzheimer dan ini bisa terjadi lebih awal, sebelum gejala apapun terlihat. "Temuan ini, bagaimanapun, mendukung gagasan bahwa tidur sangat penting untuk kesehatan mental, dan bahwa tidur yang terganggu secara kronis dapat memfasilitasi perkembangan penyakit Alzheimer atau mempercepat perkembangannya," ungkap asisten profesor psikiatri dan perilaku manusia di University of California, Irvine School of Medicine, Bryce Mander. Ia juga menuturkan bahwa hal tersebut adalah alasan lain mengapa sesorang harus berbicara dengan dokter jika memiliki masalah tidur, karena banyak yang dapat diobati.

Menurutnya, periset sekarang perlu mempelajari apakah mengobati gangguan tidur dapat mengurangi penumpukan plak di otak. "Kami hanya tahu sedikit tentang bagaimana perawatan tidur dapat mempengaruhi risiko penyakit dan perkembangan Alzheimer, sangat penting bahwa kita sebagai masyarakat, mendanai dan melakukan studi yang diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang hubungan penyakit-penyakit tersebut,” imbuh Bryce.

Foto : cumberlandhealthcare.com

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL
 

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di