0 Poin
Klaustrofobia

Klaustrofobia, Ketakutan Berlebih Terhadap Ruang Sempit

Klaustrofobia adalah salah satu bentuk gangguan kecemasan, di mana seseorang mengalami ketakutan berlebihan terhadap ruang yang kecil, sempit, dan tertutup, sehingga ia merasa tidak bisa melarikan diri dan menyebabkan serangan panik.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual 5 (DSM-5), klaustrofobia merupakan salah satu bentuk fobia spesifik. Saat sedang berada di lift, atau ruang kecil tanpa jendela, atau bahkan pesawat terbang, bisa memicu seseorang mengalami klaustrofobia.

Kata klaustrofobia diambil dari kata latin claustrum yang berarti tempat tertutup dan phobos dari kata Yunani yang berarti ketakutan.

Seseorang dengan klaustrofobia akan berusaha keras untuk menghindari ruangan kecil dan sempit yang bisa memicu kepanikan dan kecemasan mereka. 

Gejala klaustrofobia

Klaustrofobia adalah gangguan kecemasan. Gejala biasanya muncul selama masa kanak-kanak atau remaja. Berada atau sekadar berpikir sedang ada di ruangan yang terbatas, sempit, dan kecil, bisa memicu ketakutan pada orang dengan klaustrofobia, sehingga ia mungkin akan kesulitan untuk bernapas dan kehabisan oksigen.

Ketika kecemasan mencapai tingkat tertentu, orang tesebut mungkin akan mengalami sejumlah gejala, seperti:

  • Berkeringat dan menggigil
  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Tekanan darah tinggi
  • Pusing
  • Pingsan
  • Mulut kering
  • Hiperventilasi atau bernapas secara berlebihan
  • Gemetar hebat atau merasa seperti ada kupu-kupu di perut
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Mati rasa
  • Tersedak
  • Sesak di dada, nyeri dada, dan kesulitan bernapas
  • Mulas
  • Linglung

Sebenarnya, bukan ruang kecil yang memicu kecemasan muncul, namun ketakutan akan apa yang terjadi pada orang tersebut jika berada di ruangan yang kecil dan bisa membatasi gerak mereka. Ini membuat orang tersebut takut akan kehabisan oksigen, yang kemudian menjadi panik.

Beberapa contoh ruang kecil yang bisa memicu kecemasan yakni:

  • Lift atau ruang ganti di toko baju
  • Terowongan
  • Ruang bawah tanah
  • Kereta bawah tanah
  • Pintu putar
  • Pesawat terbang
  • Toilet umum
  • Mobil, terutama yang memiliki sistem penguncian sentral
  • Mesin cuci mobil otomatis
  • Beberapa fasilitas medis, seperti MRI
  • Kamar kecil, kamar yang terkunci, atau kamar yang tidak memiliki jendela

Selain terapi dengan psikolog atau psikiater, ada beberapa hal yang juga bisa dilakukan oleh seseorang dengan klaustrofobia untuk mengatasi rasa takutnya, seperti:

  • Tetap diam jika serangan panik sedang terjadi. Jika tengah mengemudi, maka cobalah untuk menepi sejenak ke pinggir jalan dan menunggu hingga gejalanya reda.
  • Mengingatkan pada diri sendiri, bahwa pikiran dan perasaan yang menakutkan itu akan segera berlalu.
  • Mencoba untuk fokus pada hal lain yang tidak mengancam.
  • Bernapas secara perlahan dan dalam, dan menghitung sampai tiga pada setiap kali tarikan napas.
  • Menantang rasa takut dengan meyakinkan diri bahwa ketakutan itu tidak nyata.

Bergabung dengan kelas yoga, rutin berolahraga, rutin pijat dan relaksasi dengan bantuan aromaterapi, bisa dilakukan untuk mengatasi stres dan mengurangi rasa cemas berlebihan akibat klaustrofobia dalam jangka panjang.

(Foto: cpdonline.co.uk)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok