Kenali Tanda Growth Spurt Pada Bayi, Ini Cara Mengatasinya!

Sebagai orang tua mengetahui tumbuh kembang sang bayi tentu merupakan hal tidak boleh terlewatkan. Apapun perubahan yang terjadi pada bayi Anda sebaiknya dapat dipantau. Hal ini agar Anda dan pasangan dapat memenuhi kebutuhan sang bayi dengan sesuai.

Dalam tumbuh kembang sang bayi ada dikenal istilah growth spurt. Growth spurt atau percepatan pertumbuhan, tahapan tumbuh kembang pada masa ini berjalan maksimal dengan waktu yang cepat. Growth spurt adalah suatu hal yang wajar terjadi pada bayi. Nah, apakah bayi Anda mengalami growth spurt? Lalu apa saja tandanya bayi yang mengalami growth spurt? Simak ulasannya berikut ini.

Bayi yang mengalami growth spurt biasanya terjadi pada waktu tertentu. Yakni pada bayi yang memasuki usia 2, 3 dan 6 minggu. Growth spurt pun bisa berlanjut hingga usia bayi menginjak 3 dan 6 bulan. Biasanya terjadi selama beberapa hari, hingga satu minggu lamanya.

Efek dari growth spurt sendiri bisa terlihat perbedaannya dari fisik bayi. Yakni berat badan, panjang dan lingkar kepalanya akan bertambah besar lebih cepat pada umumnya.

Tanda bayi Anda mengalami growth spurt adalah perubahan rutinitas menyusu. Jika biasanya bayi menyusu delapan kali dalam sehari, bayi yang mengalami growth spurt akan lebih intens menyusu sekitar 12-14 kali dalam sehari.

Bayi yang rewel juga menjadi salah satu tanda growth spurt. Biasanya bayi akan terasa lebih rewel, minta perhatian dengan cara ingin selalu digendong dan menangis jika ditaruh. Hal ini terjadi sepanjang waktu.

Selain itu, adanya perubahan pada pola tidur bayi. Lonjakan pertumbuhan pada bayi bisa membuatnya tertidur lebih lama dari biasanya. Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa waktu istirahat yang lebih panjang ini baik bagi pertumbuhannya karena saat bayi tertidur otak memproduksi hormon pertumbuhan atau human growth hormone (HGH). Namun ada pula bayi yang bertingkah sebaliknya. Ia akan terjaga lebih lama di siang hari atau di malam hari untuk menyusu.

Bayi yang mengalami growth spurt tentu akan membuat ibu kewalahan Berikut tips untuk menghadapi bayi yang sedang mengalami growth spurt:

1. Karena frekuesi menyusu meningkat, ibu harus berjaga-jaga dengan memiliki stok ASI perah.

2. Meminta bantuan kepada anggota keluarga untuk bergantian dalam mengurus bayi yang rewel di fase growth spurt.

3. Menjaga pola makan agar ASI yang dihasilkan berkualitas. Asupan makanan tersebut juga dapat membantu ibu dalam menjaga stamina selama merawat bayi. 

(Source foto: scarymommy)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL
 

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di