0 Poin
video game

Kecanduan Game Jadi Masalah Baru di Tengah Wabah Corona?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah merekomendasikan orang-orang untuk bermain game selama menghabiskan waktu di rumah akibat wabah virus corona. Meski demikian, kembali timbul pertanyaan: Apakah ini juga dapat menyebabkan kecanduan video game?

Sebelum pandemi coronavirus, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap kecanduan video game sebagai masalah kesehatan mental yang nyata. Namun, tiba-tiba organisasi mengubah pandangannya pada game dan mendorong orang untuk bermain lebih sebagai sarana untuk membantu agar diri mereka terhibur di rumah selama pandemi corona.

Industri game mengalami peningkatan besar dalam jumlah pemain dan durasi bermain karena video game menjadi cara bagi jutaan orang untuk menghabiskan waktu selama tinggal di rumah dan tetap terhubung dengan orang lain tanpa takut terpapar virus corona.

Namun bagi sebagian orang lainnya, game ini juga berpotensi memiliki sisi gelap, yaitu kecanduan game.

Ini karena kecanduan video game bukanlah hal baru, dan orang-orang yang berjuang mengatasi kecanduan tersebut sekarang justru didorong bermain game untuk membantu mengatasi stres, kecemasan dan ketakutan selama pandemi corona.

Bahkan, laporan mengungkapkan bahwa psikiater melihat lonjakan pada pasien yang kecanduan video game. Bahkan beberapa pasien lama juga mengalami kekambuhan.

Ini jelas merupakan masalah yang perlu ditangani, meskipun lembaga kesehatan mengatakan bahwa menangani COVID-19 masih menjadi prioritas, yang berarti mendorong orang untuk tinggal di dalam rumah mereka untuk saat ini.

"Memiliki opsi hiburan ini membantu orang untuk tetap di rumah dan tidak merasa harus pergi dan bertemu orang," kata Ray Chambers, duta besar WHO untuk strategi global. "Semakin lama ini terjadi, semakin besar kemungkinan beberapa orang akan mengembangkan masalah." 

Untuk menghindari mengalami kecanduan game, ada baiknya Anda membatasi waktu bermain selama berdiam diri di rumah. Perlu diingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidak akan memberikan efek yang baik.

(Foto: Medical Daily)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok