0 Poin
Bahaya Mencabut Bulu Hidung

Jangan Sembarangan, Ini Bahaya Mencabut Bulu Hidung

Seiring bertambahnya usia, bulu hidung akan menjadi lebih panjang, lebih kasar, dan mungkin menjadi lebih terlihat. Banyak orang mencabut bulu hidung agar bulu hidung yang kepanjangan tidak mengganggu penampilan wajah mereka. Namun, adakah bahaya mencabut bulu hidung?

Bulu hidung merupakan salah satu bagian penting dari sistem pertahanan tubuh. Kehadiran bulu hidung dapat membantu menghalau debu, allergen, dan berbagai partikel kecil lainnya untuk masuk ke dalam tubuh melalui hidung hingga ke paru-paru.

Bahaya mencabut bulu hidung, apalagi jika terlalu banyak, bisa membuat Anda lebih rentan sakit, karena tak ada lagi penyaring partikel yang masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Selain itu, bahaya mencabut bulu hidung juga dapat menyebabkan iritasi, infeksi, dan rambut tumbuh ke dalam.

Berikut ini merupakan beberapa bahaya mencabut bulu hidung yang perlu diperhatikan:

Rambut tumbuh ke dalam

Rambut yang tumbuh ke dalam adalah komplikasi paling umum akibat pencabutan bulu hidung. Kondisi ini terjadi ketika rambut yang dicabut, tumbuh kembali ke kulit dan tidak dapat keluar dari folikelnya.

Rambut yang tumbuh ke dalam paling sering terjadi pada area kulit di mana rambut tubuh sering dicabut, seperti wajah, ketiak, hingga area genital. Ini juga meliputi hidung, jika Anda memiliki kebiasaan mencabut bulu hidung.

Beberapa hal yang mungkin terjadi saat rambut tumbuh ke dalam yakni:

  • Terbentuknya benjolan seperti jerawat
  • Muncul rasa sakit dari benjolan
  • Gatal-gatal pada area sekitar benjolan

Vestibulitis hidung

Vestibulitis hidung adalah infeksi yang terjadi pada lubang hidung bagian depan. Vestibulitis hidung paling sering berkembang akibat infeksi bakteri Staphylococcus yang memasuki luka di hidung Anda.

Semua jenis cedera ringan dapat menyebabkan jenis infeksi ini. Beberapa penyebab umum dari cedera ringan di hidung yakni:

  • Mencabut bulu hidung
  • Mengupil dengan kuku yang tajam
  • Menindik hidung
  • Mengeluarkan ingus terlalu keras

Beberapa gejala paling umum dari vestibulitis hidung yakni:

  • Kemerahan di dalam dan di luar lubang hidung
  • Benjolan seperti jerawat di pangkal rambut hidung
  • Kerak di sekitar lubang hidung akibat dari penumpukan bakteri
  • Sakit di area hidung
  • Benjolan atau bisul di hidung

Peningkatan risiko asma akibat alergi

Bulu hidung membantu menghalau debu dan allergen untuk masuk ke dalam rongga hidung Anda. Mencabut bulu hidung terlalu banyak, dapat memungkikan lebih banyak partikel masuk ke paru-paru melewati hidung. Bagi sebagian orang, ini dapat meningkatkan risiko terkena asma.

Sebuah studi di tahun 2011 melihat hubungan antara kelebatan bulu hidung dan peningkatan kejadian asma pada orang-orang dengan riwayat alergi musiman.

233 peserta penelitian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah bulu hidung yang mereka miliki; bulu hidung sedikit, bulu hidung sedang, dan bulu hidung lebat.

Para peneliti kemudian menemukan bahwa peserta dengan jumlah bulu hidung paling sedikit, memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami asma, dibandingkan dengan kelompok peserta dengan bulu hidung yang lebih lebat.

Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda, pada dokter spesialis di aplikasi YesDok.

(Foto: goodlookingtan.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok