0 Poin
menonton tv

Ini Sebabnya Mengapa Anda Harus Membatasi Durasi Menonton TV

Di tengah pandemi COVID-19, penerapan jarak sosial dan membatasi kumpulan di tempat umum menjadi hal yang lumrah. Ini membuat orang lebih merasa aman saat merasa di rumah saja. Akibatnya, kita mungkin lebih sering tinggal di rumah dan melakukan aktivitas yang lebih tidak aktif, seperti menonton TV dan bermain video game.

Walaupun demikian, penting untuk memastikan ANda tetap aktif dan menjalani gaya hidup sehat. Salah satu cara kita dapat lakukan, menurut penelitian baru, adalah mengurangi waktu menonton TV. Faktanya, para peneliti mengatakan mengurangi menjadi 2 jam sehari mungkin cara yang baik untuk mencegah kesehatan yang buruk.

Studi tersebut menggunakan data dari orang-orang yang direkrut antara tahun 2006 dan 2010 untuk berpartisipasi di UK Biobank, sebuah studi besar jangka panjang yang bertujuan untuk mempelajari bagaimana genetika dan lingkungan berdampak pada perkembangan penyakit.

Dalam studi tersebut, para peneliti melihat data mengenai gaya hidup dan demografi dari 490.966 orang berusia antara 37 dan 73 tahun.

Ketika mereka menganalisis data, tim menemukan bahwa mereka yang memiliki risiko kesehatan terendah secara keseluruhan adalah mereka yang menonton TV selama 2 jam atau kurang per hari.

Mereka memperkirakan bahwa 6 persen dari semua kematian dan 8 persen kematian kardiovaskular dikaitkan dengan waktu menonton TV.

Selanjutnya, jika peserta membatasi waktu nonton TV menjadi 2 jam sehari, maka berpotensi mencegah atau menunda semua kematian sebesar 5,62 persen dan kematian akibat kardiovaskular sebesar 7,97 persen.

Menurut Furong Xu, PhD, profesor kesehatan dan pendidikan jasmani di Universitas Rhode Island, tindakan fisik menonton TV bukanlah yang berkontribusi pada kesehatan yang buruk.

Sebaliknya, katanya, hal itu digunakan sebagai ukuran pengganti dari seberapa banyak duduk gaya hidup seseorang.

“Semakin sering seseorang menonton televisi, semakin sedikit mereka menggerakkan tubuh,” kata Xu.

Menurut Xu, pesan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pentingnya gerak fisik dalam kesehatan.

"Setiap orang membutuhkan istirahat sesekali," katanya, "tetapi TV hanyalah satu cara untuk bersantai."

"Melakukan aktivitas fisik lainnya ... dapat menurunkan risiko kesehatan seiring waktu."

Penulis penelitian sependapat dengan penilaian Xu, menulis bahwa menonton TV hanyalah salah satu jenis perilaku menetap. Aktivitas menetap lainnya, misalnya menonton video di ponsel pintar Anda, juga dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan Anda.

Para penulis lebih lanjut mencatat bahwa faktor-faktor lain juga dapat berkontribusi, seperti status sosial ekonomi yang lebih rendah dan mengemil makanan yang tidak sehat.

(Foto: Freepik)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok