0 Poin
Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar

Ini Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar yang Sebabkan Ketidaknyamanan

Irritable bowel syndrome atau sindrom iritasi usus besar adalah sekumpulan gejala akibat terjadinya iritasi pada saluran pencernaan. Sindrom iritasi usus besar lebih sering terjadi pada wanita, dan biasanya di bawah usia 50 tahun.

Ada beberapa hal yang diketahui memicu terjadinya sindrom iritasi usus besar, di antaranya:

  • Stres.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang memicu reaksi, seperti gandum, susu dan produk turunannya, buah-buahan dengan rasa asam, dan makanan yang mengandung gas.
  • Perubahan hormonal.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik.
  • Mengalami infeksi virus atau bakteri pada saluran pencernaan.
  • Kebiaaan makan dan minum dalam jumlah besar.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat sindrom iritasi usus besar.

Ada beberapa gejala sindrom iritasi usus besar yang paling umum, seperti:

Diare

Gejala sindrom iritasi usus besar yang pertama adalah diare. Penderita sindrom iritasi usus besar umumnya mengalami diare sebanyak 12 kali dalam seminggu. Diare bisa terjadi akibat pergerakan usus penderita sindrom iritasi usus besar yang terlalu cepat. Hal ini memicu timbulnya dorongan untuk buang air besar secara mendadak. Feses yang dikeluarkan penderita sistem iritasi usus besar pun cenderung berair dan bahkan mungkin berlendir.

Sembelit

Tak hanya diare, gejala sindrom iritasi usus besar salah satunya adalah sembelit. Sembelit merupakan gejala sindrom iritasi usus besar yang sangat umum, karena terjadi pada sekitar 50 persen orang yang mengalami penyakit ini.

Proses penghantaran sinyal dari otak ke usus bisa terganggu akibat sindrom iritasi usus besar, sehingga dapat mempercepat atau bahkan memperlambat pembentukan feses. Saat pembentukan feses melambat, usus akan menyerap lebih banyak air dari feses, sehingga feses lebih sulit dikeluarkan, dan kondisi inilah yang dinamakan sembelit.

Sakit perut

Selain sembelit, sakit perut juga menjadi salah satu gejala sindrom iritasi usus besar yang paling umum. Dalam kondisi normal, usus dan otak bekerja sama untuk proses pencernaan. Jalannya proses pencernaan melibatkan peran saraf, hormon, dan sinyal yang dikeluarkan oleh bakteri baik di usus.

Pada penderita sistem iritasi usus besar, pengiriman sinyal dari otak ke usus tidak berjalan baik, sehingga membuat otot di usus besar menjadi tegang akibat tidak terkoordinasi dengan baik. Perut pun akan menjadi korban dari kram dan rasa nyeri.

Sakit perut akibat sindrom iritasi usus besar paling sering muncul pada perut bagian bawah, atau bisa juga seluruh bagian perut. Rasa sakit ini akan mereda setelah Anda buang air besar.

Perut kembung

Sindrom iritasi usus besar juga bisa menyebabkan terjadinya produksi gas berlebih dalam usus. Gas yang terus menumpuk, lama-kelamaan bisa membuat perut terasa kembung, penuh, atau begah.

Feses tidak normal

Gerakan usus yang melambat akibat sindrom iritasi usus besar, bisa membuat tekstur feses menjadi lebih keras, sehingga sulit dikeluarkan. Tak hanya itu, gerakan usus yang lebih cepat  pada penderita sistem iritasi usus besar pun bukan tanpa risiko, karena bisa menyebabkan diare.

(Foto: cdhf.ca)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok