0 Poin

Ini 4 Penyakit yang Terkait dengan Depresi

Banyak orang salah mengira tentang arti depresi. Seringkali, depresi hanya dikatakan sebagai perasaan sedih mendalam yang melanda seseorang. Namun lebih dari itu, depresi sebenarnya melibatkan perasaan sedih, hancur dan terpuruk yang jauh lebih kompleks.

Depresi memang selalu bermula dari perasaan sedih yang menimpa seseorang. Ini biasanya terjadi setelah ia kehilangan seseorang atau sesuatu yang berharga dalam hidupnya, atau bisa juga karena masalah-masalah lain yang menimpa dirinya. Namun, seseorang bisa dikatakan depresi jika kesedihan yang menimpanya sudah terlalu berlarut, bahkan membuat ia memiliki kecenderungan untuk bunuh diri.

Ada beberapa faktor lain yang juga menyebabkan seseorang mengalami depresi, seperti terjadinya kekerasan, konflik, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga faktor genetik. Parahnya lagi, banyak hal bisa disebabkan oleh depresi yang tak hanya menyangkut masalah psikis, seperti insomnia, penurunan nafsu makan, keinginan untuk menyakiti diri sendiri, dan lain-lain, namun depresi juga memperparah masalah kesehatan fisik! Apa saja?

Penyakit jantung

Kebanyakan orang yang memiliki penyakit jantung biasanya juga menderita gangguan mood. Bahkan menurut American Heart Association, sekitar 33 persen orang yang mengalami serangan jantung berakhir dengan depresi. Peningkatan risiko penyakit jantung juga terjadi lebih tinggi pada orang-orang yang mengalami depresi. Parahnya, depresi juga dapat membuat seseorang sulit makan dengan benar, berolahraga, bahkan meminum obatnya.

Lupus

Depresi juga dapat terkait dengan penyakit autoimun. Inilah mengapa depresi kerap berkaitan juga dengan penyakit lupus, yakni penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh dan biasanya menyerang organ juga jaringan tubuh. Lupus juga dapat menyerang sel-sel otak dan saraf yang dapat berkontribusi menimbulkan depresi. Gejala-gejala lupus biasanya demam tinggi, kelelahan, nyeri sendi serta ruam di wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu.

Kanker

Pasien kanker umum mengalami depresi klinis, terutama bagi orang-orang yang memiliki kanker gastrointestinal yang memengaruhi perut atau pankreas. Belum jelas sebenarnya apa alasan di balik keterkaitan antara depresi klinis dan kanker gastrointestinal, namun banyak anggapan yang menunjukkan ini akibat dari perubahan sistem kekebalan dan genetika.

Diabetes

Diabetes tipe-1 dan diabetes tipe-2 bisa memiliki hubungan dengan depresi. Pasien diabetes biasanya sering berjuang dengan perubahan suasana hati yang apabila disertai depresi rasanya akan jauh lebih sulit untuk melakukan pengobatan untuk diabetes yang dideritanya. Jika hal ini terus terjadi, tentu akan semakin memperparah kondisi diabetes yang dimiliki pasien.

(Foto: vision.org)

TAG TERKAIT
YesDok
konsultasi
tanyadokter
dokter
BukanDokterDokteran
DokterBeneran
Depresi
penyakit
diabetes
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di