0 Poin

Ingin Kurus Saat Puasa? Lakukan Cara Diet yang Benar!

Pernahkan Anda sadari? Setelah berpuasa sebulan lamanya, bobot tubuh Anda bukannya berkurang, tetapi justru meningkat. Hayo, bagaimana tidak? Sewaktu buka puasa, Anda justru kalap minum es buah, aneka kue manis dan makan banyak karena merasa sangat lapar. Lalu, bagaimana sebaiknya menjalankan diet yang benar saat puasa?

Pertama, marilah menghitung kalori yang Anda butuhkan selama puasa di bulan Ramadan. Walaupun waktu makan Anda dibatasi saat puasa, tetapi ada satu hal penting yang sering dilupakan, yaitu mengontrol asupan makanan agar berhasil menurunkan berat badan.

Sebaiknya kurangi asupan kalori Anda sebanyak 500 kalori per hari untuk mendapatkan penurunan berat badan sebanyak 0,5-1 kg per minggu. Misalnya, total asupan kalori Anda biasanya adalah sebanyak 2000 kalori, maka Anda hanya perlu mengonsumsi sebanyak 1500 kalori saat puasa untuk mencapai penurunan berat badan.

Namun, jangan berlebihan dalam membatasi asupan kalori Anda. Ingat, tubuh Anda tetap membutuhkan kalori untuk melakukan fungsi normalnya. Setidaknya, Anda harus mencukupi kebutuhan kalori minimal 1200 kalori per hari untuk menjaga fungsi normal tubuh.

Berikut kebiasaan diet yang sehat saat berpuasa:

Jauhi konsumsi produk olahan

Grup di aplikasi pesan instan biasanya sudah mulai ramai untuk mengajak kerabat dan sahabat menunaikan budaya ‘bukber’ atau buka bersama. Salah satu tempat yang menjadi pilihan tak lain adalah pusat perbelanjaan yang menyediakan aneka produk makanan dan minuman olahan, atau junk food.

Makanan-makanan yang dibuat dari produk olahan atau junk food sebaiknya hal wajib yang harus Anda hindari kalau mau diet saat puasa! Sebaiknya, olah saja makanan yang akan Anda makan sendiri, supaya nutrisinya lebih terjamin. Produk olahan biasanya mengandung penyedap rasa dan bahan pengawet.

Buka dengan yang manis? Boleh, asal tidak berlebih

Entah sejak kapan mulai populer ungkapan “Berbukalah dengan yang manis“. Ada yang mengatakan sejak sebuah iklan produk minuman menggunakan tagline tersebut di bulan Ramadan. Sampai-sampai sebagian (atau banyak) orang menganggap ungkapan ini sebagai hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Yang jelas, tidak ada hadits yang berbunyi “Berbukalah dengan yang manis” atau semisalnya, atau yang mendekati makna itu. Baik dalam kitab hadits maupun kitab fiqih. Tidak ada sama sekali, tetapi sayang banyak yang salah mengartikan.

Padahal, yang sesuai sunnah Nabi adalah mendahulukan berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma maka dengan air minum. Adapun makanan manis sebagai tambahan saja, sehingga tetap didapatkan manfaat makanan manis yaitu menguatkan fisik.

Jika biasanya takjil seperti es buah, kolak, atau es timun suri dikonsumsi langsung saat azan magrib berkumandang, maka pindahkanlah waktunya ke 2-3 jam setelah itu atau setelah salat tarawih.

Mengonsumsi makanan atau minum manis saat perut kosong akan membuatmu kembung dan menghambat proses pencernaan. Tidak hanya itu, kadar gula dalam darah juga jadi tidak stabil. Untuk berbuka puasa, kamu bisa mengonsumsi air putih dan buah kurma.

Hindari Terlalu Banyak Gorengan

Nah, makanan satu ini konon merupakan salah satu cemilan wajib dan favorit masyarakat Indonesia. Bahkan jika tidak ada gorengan di atas meja makan, rasanya buka puasa tidak berselera.

Sebenarnya boleh saja mengkonsumsi gorengan, asal gorengan yang Anda konsumsi dipastikan menggunakan minyak goreng yang sehat. Bukan minyak goreng bekas atau jelantah yang sudah dipakai berhari-hari.

Jika ingin diet Anda berhasil, maka coba tinggalkan gorengan dan Anda bisa mengganti teknik menggoreng dengan merebus, mengukus, atau memanggang supaya lebih sehat! Ini bisa membantu Anda untuk menghindari lemak trans dan lemak jenuh.

Makanlah perlahan

Langsung menyantap makanan berat saat berbuka dapat membuat perut Anda sakit dan terasa tidak nyaman akibat kekenyangan. Setelah berbuka dengan buah kurma dan air putih, Anda bisa makan semangkuk sayuran seperti bayam atau sup sayuran atau buah sebagai pembuka agar perut bisa lebih siap. Jika salad atau buah membuat Anda kenyang, Anda bisa mengonsumsi makanan utama sekitar 2 sampai 3 jam setelahnya.

Konsumsi air putih yang cukup

Kunci utama diet saat puasa tentu adalah mengonsumsi air putih yang cukup. Anda bisa maksimalkan minum air putih saat berbuka dan sahur. Gunakan pola 2+4+2, yaitu minum 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Setiap hari, tubuh akan kehilangan air sebanyak dua liter, maka harus diganti dalam jumlah yang minimal setara, 2 liter atau 8 gelas.

(foto: Pexels)

TAG TERKAIT
YesDok
konsultasi
tanyadokter
dokter
BukanDokterDokteran
DokterBeneran
puasa
diet
kesehatan
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di