0 Poin
Varian Baru Virus Covid-19

Hoax: Vaksin Covid-19 Ciptakan Varian Baru Virus Corona

Baru-baru ini muncul sebuah cuitan yang menyebutkan bahwa varian baru dari virus corona termasuk varian delta bukan dari mutasi virus itu sendiri melainkan dari vaksinasi. Cuitan tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan vaksinasi karena dianggap berbahaya dan dapat menularkan virus serta penyakit lainnya pada orang yang tidak divaksinasi.

Pernyataan tersebut adalah salah. Vaksin Covid-19 tidak mengandung virus hidup apalagi memicu munculnya varian baru. Tujuan penting dari vaksin adalah untuk membentuk antibodi atau kekebalan terhadap virus bahkan terhadap virus varian baru.

Menurut Dr Matthew Laurens, Spesialis penyakit menular dan peneliti vaksin di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Amerika Serikat, protein spike yang terdapat pada vaksin juga tidak menyebabkan penyakit. Virus Sars-CoV-2 yang terdapat pada kandungan vaksin tidak menggunakan virus hidup dan tidak menularkan pada orang lain.

Dilansir dari laman Satgas Covid-19, hal senada juga disampaikan oleh Profesor Mikrobiologi dan Imunologi dari Universitas Iowa Stanley Perlman. Menurutnya varian baru Covid-19 disebabkan mutasi dan bukan karena vaksinasi. Ia juga menjelaskan cara virus menduplikasi diri dengan membajak sistem replikasi sel pada manusia.

Sehingga hal tersebut akan terpapar dengan genetik manusia dan hasilnya adalah mutasi virus. Sehingga dapat dikatakan bawah mutasi virus terjadi jika seseorang belum kebal terhadap virus tersebut.

Selanjutnya mengutip dari Reuters, pakar medis di Meedan's Health Desk menegaskan bahwa tidak ada bukti vaksin menyebabkan varian baru Covid-19. Ketika seseorang divaksinasi, mereka cenderung tidak tertular dan menularkan virus, dan karena itu lebih kecil kemungkinannya untuk tertular dan menularkan varian virus Covid-19.

Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menyaring informasi dan tidak termakan oleh informasi yang menyesatkan. Untuk saat ini menjaga kesehatan fisik dan mental, mendapatkan vaksinasi serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat adalah cara mencegah terpapar virus corona.

(Foto: news northeastern)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok