0 Poin

Generasi Milenial dihantui Beberapa Kondisi Kesehatan saat Lanjut Usia

Meskipun Generasi Milenial tampaknya memiliki investasi yang lebih besar dalam kesehatan dan kesejahteraan daripada generasi lainnya, namun sebuah temuan dari Blue Cross Blue Shield Association (BCBSA) menunjukkan bahwa generasi milenial secara substansial justru akan kurang sehat pada saat lanjut usia nanti.

Temuan tersebut menetapkan beberapa kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi Generasi Milenial diantaranya Depresi, Gangguan penggunaan alkohol, Hipertensi, Hiperaktif, Kondisi psikotik, Kolesterol, Gangguan penggunaan tembakau dan Diabetes tipe 2.

"Kondisi kesehatan tersebut yang mempengaruhi kaum milenium tidak terlalu mengejutkan, yang mengejutkan adalah tingkat prevalensi untuk masing-masing kondisi ini yang tinggi pada Generasi Milenial jika dibandingkan dengan tingkat kesehatan generasi sebelumnya," kata Wakil Presiden daalam urusan Medis di BCBDSA, Dr. Vincent Nelson, seperti dilansir laman Healthline.


Ia menjelaskan, pada temuannya Generasi Millenial yang berusia 34-36 tahun pada 2017, 11 persen memiliki kondisi kurang sehat daripada generasi sebelumnya yang berusia 34 hingga 36 tahun di 2014. “Karena tantangan kesehatan di kalangan milenial sangat signifikan dan meningkat, kita harus mengatasi masalah ini sekarang," ucap dr Vincent.

Menurutnya, kondisi kesehatan mental banyak ditemui di kalangan milenial, hal tersebut lebih dipengaruhi oleh kondisi kesehatan perilaku daripada fisik, sehingga banyak ditemukan kasus depresi berat dan hiperaktif. “Depresi berat, gangguan penyalahgunaan zat atau narkoba, dan gangguan penggunaan alkohol adalah tiga kondisi teratas bagi milenial,” ujar dr Vincent.

Seorang profesor di Adelphi University, New York, Amerika Serikat, Deborah Serani, PsyD, mengatakan bahwa prevalensi kondisi tersebut di kalangan milenial tidak mengejutkan. Dia percaya keadaan tersebut tumbuh karena adanya faktor yang berkontribusi seperti Kemajuan teknologi

“Karena teknologi, generasi milenial adalah generasi pertama yang tumbuh tanpa belajar bagaimana mereka bertemu dan bertatap mata, mahir membaca ekspresi wajah, atau memperdalam emosi dalam diri mereka sendiri atau orang lain, kurangnya kesadaran emosional ini, yang secara klinis disebut alexithymia, membuat milenial sulit untuk memahami pikiran dan perasaan mereka,” papar Deborah.

(Foto : Healthline)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok