0 Poin
bayi menguap

Fakta Tentang Bayi Mendengkur, Kapan Anda Perlu Khawatir?

Anda pernah mendengar bayi Anda mendengkur saat tidur? Anda tidak perlu khawatir, karena mendengkur atau mengorok saat tidur bisa terjadi pada bayi Anda. Hal ini terbilang wajar apalagi pada bayi baru lahir.

Faktanya, seperti dilansir dari sleepfoundation.org, satu dari sepuluh bayi mendengkur hampir setiap malam. Ini karena otot-otot bayi, termasuk otot leher mengalami relaksasi saat tidur. Sehingga menekan dinding posterior saluran udara yang menyebabkan bayi mendengkur. Termasuk sistem pernapasan bayi yang belum matang.

Bahkan Anda mungkin mendengar suara ‘grok-grok’ pada tidur bayi Anda. Menurut penjelasan IDAI, normalnya dinding saluran pernasan menghasilkan lender yang banyak. Salah satu fungsinya yakni untuk mempertahan saluran pernapasan. Lendir ini lalu akan dibawa keluar yang biasa disebut dengan pembersihan mukosilier. Nah, permbersihan mukosilier pada bayi belum berjalan sempurna. Sehingga menyisakan lender disaluran pernapasannya dan menghasilkan suara grok-grok.

Seiring bertambahnya usia si kecil, saluran pernapasannya akan semakin matang dan suara mendengkur atau grok-grok tersebut akan hilang dengan sendirinya. Pada beberapa tahap seeprti tumbuh gigi, si kecil akan memproduksi banyak liur dan bisa jadi suara dengkuran kembali terdengar. Lalu kapan Anda perlu khawatir saat bayi Anda tidur dengan mengorok? Anda periu mengawasi ritme bernapasnya, pertumbuhan berat badannya, serta pola tidurnya. Perhatikan pula perubahan warna lidah, kulit yang berubah menjadi biru, demam dan kesulitan bernapas.

Bila dengkuran si kecil lambat laun tidak kunjung menghilang, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter. Dokter akan memeriksa tenggorokan si kecil untuk memastikan tidak ada kelainan structural. Selain itu, dokter akan mengamati apakah si kecil mengalami larynomalacia yang menyebabkan napas si kecil menjadi berisik.

Meski terbilang normal, para orangtua tidak boleh mengabaikan suara dengkuran si kecil. Karena dengakuran yang terjadi pada si kecil bisa jadi merupakan salah satu tanda masalah pernapasan seperti asma, pneumonia, sepsis, meningitis dan gagal jantung, akibat penumpukan cairan di paru-paru dan sesak napas.

(Foto:sweet babydream sleep coach)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok