0 Poin
Seorang wanita sedang mengonsumsi probiotik.

Dibalik Manfaat Probiotik, Ada Juga Loh Efek Sampingnya

Probiotik adalah jenis bakteri dan ragi hidup yang sehat. Mengonsumsi probiotik dapat memberikan berbagai manfaat, tetapi juga dapat menyebabkan efek samping

Apa itu probiotik?

Triliunan bakteri dan mikroorganisme lain hidup di usus. Para ilmuwan menyebut komunitas organisme yang tinggal di usus ini sebagai mikrobiota usus.

Penelitian menunjukkan bahwa mikrobiota ini memainkan peran penting dalam pencernaan dan kesehatan usus, sambil mendukung sistem kekebalan tubuh, misalnya.

Beberapa bakteri bermanfaat bagi inang manusia mereka, sedangkan jenis lainnya menyebabkan kerusakan. Mengganggu keseimbangan alami bakteri dalam usus dapat menyebabkan masalah pencernaan, infeksi, dan masalah lainnya.

Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi probiotik dapat memberikan bakteri yang lebih sehat, yang dapat membantu mengembalikan keseimbangan mikrobiota usus.

Penelitian menunjukkan bahwa probiotik dapat membantu mengelola kondisi gastrointestinal, termasuk sindrom iritasi usus (IBS) dan penyakit radang usus (IBD).

Banyak orang menggunakan probiotik untuk membantu mengobati episode diare dan sembelit.

Ada juga bukti bahwa probiotik dapat membantu:

  • Eksim

  • Resistensi insulin

  • Diabetes tipe 2

  • Penyakit hati berlemak nonalkohol

  • Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh

Masalah pencernaan

Ketika pertama kali menggunakan probiotik, beberapa orang mengalami gas, kembung, atau diare. Perubahan mikrobiota usus dapat menyebabkan bakteri menghasilkan lebih banyak gas dari biasanya, yang dapat menyebabkan kembung.

Namun, efek samping ini biasanya hilang dalam beberapa hari atau minggu setelah mengonsumsi probiotik. Jika gejalanya menetap, bicarakan dengan dokter, yang dapat mengeksplorasi kemungkinan penyebabnya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan untuk beralih ke probiotik yang berbeda.

Masalah kulit

Dalam kasus yang jarang terjadi, probiotik dapat menyebabkan ruam kulit atau gatal.

Penulis ulasan 2018 menemukan bahwa dua peserta penelitian yang menggunakan probiotik untuk mengobati IBS melaporkan ruam gatal sebagai efek samping. Ini menyebabkan satu peserta keluar dari persidangan.

Risiko alergi

Siapa pun yang alergi atau tidak toleran terhadap gluten, kedelai, telur, susu, atau laktosa mungkin perlu berhati-hati ketika memilih probiotik.

Peningkatan risiko infeksi

Meskipun probiotik pada umumnya aman untuk digunakan, temuan review dari 2017 menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa dengan penyakit parah atau sistem kekebalan tubuh harus menghindari penggunaan probiotik. Beberapa orang dengan kondisi ini telah mengalami infeksi bakteri atau jamur sebagai akibat dari penggunaan probiotik.

Cara mengonsumsi probiotik dengan aman

Sedikit bukti menunjukkan bahwa seseorang dapat overdosis menggunakan probiotik. Namun, selalu baca label dengan hati-hati dan jangan melebihi dosis.

Dosis optimal dapat bervariasi, tergantung pada kesehatan seseorang dan jenis produk probiotik.

(Foto: nutritiouslife.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok