0 Poin
Seorang wanita memegang rambut.

Dapatkah Diabetes Memengaruhi Kesuburan Rambut?

Diabetes adalah kondisi medis yang dapat berpengaruh pada berbagai gejala kesehatan lainnya.

Jika Anda memiliki diabetes, tubuh Anda tidak memproduksi insulin dengan efektif. Insulin bekerja memindahkan glukosa atau gula dari aliran darah Anda ke sel Anda untuk disimpan atau digunakan sebagai energi.

Ketika insulin tidak bekerja secara efektif, glukosa akan menumpuk di dalam darah. Gula atau glukosa berlebih tersebut memengaruhi seluruh fungsi organ Anda, termasuk pembuluh darah. Pembuluh ini membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda untuk menyehatkan organ dan jaringan yang dimana berpengaruh pada kesehatan rambut Anda.

Faktor selain diabetes dapat memengaruhi kesuburan rambut Anda yaitu seperti hormon, kadar gula darah tinggi dan stres.

Dapatkah diabetes mengakibatkan rambut rontok?

Diabetes dapat menyebabkan kerontokan rambut pada beberapa orang.

  • Mengganggu pertumbuhan rambut

  • Menyebabkan rambut cepat berkembang dari biasanya

  • Menghentikan rambut untuk tumbuh

Penyebab lainnya termasuk

Hormon dan stres

Diabetes bisa menaruh Anda dalam posisi stres secara fisik maupun emosional. Stres yang terus-menerus dapat menyebabkan fluktuasi hormon yang dapat memengaruhi pertumbuhan rambut.

Kadar gula darah tinggi

Diabetes yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Ketika kadar gula darah ini semakin tinggi, semakin menyebabkan kerusakan di berbagai jaringan, organ, dan pembuluh darah di dalam tubuh.

Kerusakan pada pembuluh darah dapat membatasi aliran darah, sehingga sel-sel tertentu mendapatkan lebih sedikit oksigen dan nutrisi daripada yang mereka butuhkan. Kerusakan ini bisa mengakibatkan kesuburan folikel rambut yang tidak normal.

Apakah rambut rontok yang disebabkan oleh diabetes dapat dikelola?

Beberapa orang dapat mengelola rambut rontok yang disebabkan oleh diabetes. Cara terbaiknya yaitu mengendalikan kadar gula darah dan mengelola stres.

  • Mengatur kadar gula darah

  • Minum obat sesuai petunjuk dokter

  • Mengonsumsi makanan yang seimbang dan sehat

  • Berolahraga atau bergerak aktif di rumah

Beberapa cara mengatasi stres

  • Praktik mindfulness.

  • Menerapkan teknik pernapasan, seperti yoga, meditasi dan praktik pernapasan dalam.

  • Melakukan pendekatan konseling (Cognitive Behavioral Therapy).

  • Mencari dukungan dari keluarga atau orang yang cintai.

(Foto: microhairink.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok