0 Poin
Dampak Kebanyakan Tidur, Mana yang Sering Anda Rasakan?

Dampak Kebanyakan Tidur, Mana yang Sering Anda Rasakan?

Tidur termasuk kebutuhan manusia sebagai salah satu bentuk istirahat yang dapat membantu mengembalikan energi setelah seharian beraktivitas. Tidur juga sangat berpengaruh pada kesehatan dan menyimpan banyak manfaat. Namun, baik kurang tidur atau kebanyakan tidur sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Berikut ini YesDok akan membahas apa saja dampak dari kebanyakan tidur yang mungkin seringkali Anda rasakan tanpa disadari.

Seperti kata pepatah, sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Sama halnya dengan tidur yang berlebihan. Berikut ini dampak dari kebanyakan tidur yang wajib Anda ketahui:

Pusing

Akibat yang sering dirasakan oleh seseorang yang kebanyakan tidur adalah sakit kepala atau pusing, Ketika Anda kebanyakan tidur maka memberikan dampak buruk pada neurotransmitter di otak yang kemudian menyebabkan sakit kepala.

Gangguan kesuburan

Nah, buat wanita yang mengalami gangguan kesuburan mungkin bisa diingat-ingat kembali apakah memiliki kebiasaan tidur yang berlebihan atau tidak. Pasalnya, kebanyakan tidur dapat mengganggu kesuburan loh. Salah satunya memengaruhi siklus menstruasi, pengeluaran hormon dan ritme sirkadian. Tidur dalam waktu yang lama berisiko pula pada kesuburan sel telur.

Nyeri di sekujur tubuh

Pernah merasa nyeri di sekujur tubuh saat bangun tidur? Bukannya tubuh menjadi segar, tidur terlalu banyak justru dapat menyebabkan nyeri di sekujur tubuh. Hal ini diakibatkan saat tidur tubuh bertumpu pada struktur tempat tidur yang memengaruhi kenyamanan tubuh.

Obesitas

Sebuah penelitian menyebutkan fakta bahwa terlalu banyak tidur dapat membuat tubuh mengalami rasa lapar yang berlebihan. Hal ini disebabkan oleh produksi hormone ghrelin di lambung yang mengarahkan rasa lapar pada makanan yang mengandung tinggi karbohidrat dan makanan manis. Akibatnya, seseorang akan mengkonsumsi banyak makanan tersebut dan mengacaukan metabolisme serta memicu obesitas.

Depresi

Sebenarnya kekurangan atau kelebihan tidur berisiko menyebabkan gangguan pada mental seseorang, salah  satunya menyebabkan depresi. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang tidur selama 7-9 jam setiap malam memiliki risiko depresi sekitar 27%. Sedangkan pada seseorang yang tidur lebih dari 9 jam setiap malamnya berisiko mengalami depresi lebih tinggi yakni sekitar 49%. Berdasarkan hal ini pula, bisa dilihat bahwa orang yang mengalami depresi cenderung memiliki waktu tidur yang lebih panjang dibandingkan dengan orang normal.

(Foto: freepik)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok