0 Poin
Coronavirus

Corona Menyebar Melalui Udara, ini Faktanya

Wabah virus corona baru (Covid-19) kian tak terbendung. Dengan penyebaran 24 provinsi di Indonesia tentu sudah menimbulkan kepanikan luar biasa di masyarakat. Ditambah lagi dengan serbuan berita yang bertebaran mengenai virus ini, kita sulit memilah mana informasi yang benar-benar dipercaya. 

Salah satu isu yang baru-baru ini beredar adalah bahwa COVID-19 telah mengudara atau airborne dan dapat bertahan hidup di udara selama lebih dari 8 jam. Pesan yang pertama kali diedarkan oleh CNBC itu menyebut WHO perlu mempertimbangkan pencegahan di udara. 

Meskipun artikel itu sendiri ada benarnya, tetapi orang-orang secara membabi buta mempercayai judul tanpa mempelajari lebih dalam isi artikelnya. 

COVID-19 dikatakan mampu mengudara dan dapat ditularkan melalui udara. Mari ditelaah lebih jauh agar tidak terjadi kesimpangsiuran. 

Isi artikel CNBC dengan jelas menyebutkan bahwa beberapa penelitian sedang dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah COVID-19 dapat berkembang di permukaan atau tidak. Terkait ini juga menyatakan bahwa WHO telah merekomendasikan pekerja medis untuk mengambil tindakan pencegahan karena hal ini masih bersifat penelitian. Karenanya WHO telah merekomendasikan pekerja medis untuk mengambil tindakan pencegahan karena mungkinnya transmisi aerosol penyebaran.

Yang perlu dipahami di sini adalah mengudara dan aerosol adalah dua hal yang berbeda. Mengudara atau Airborne berarti penyakit ini dapat ditularkan melalui udara, sementara aerosol berarti dapat menyebar melalui tetesan atau transmisi kontak.

Staf medis secara khusus disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan karena mereka biasanya melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol dan karenanya lebih rentan terhadap infeksi daripada orang lain.

Direktur Regional Asia Tenggara, WHO Dr Poonam Khetrapal Singh,mengatakan, Penularan melalui udara belum dilaporkan untuk COVID-19. 

“Berdasarkan informasi yang diterima sejauh ini dan dari pengalaman kami dengan coronavirus lain, COVID-19 tampaknya menyebar sebagian besar melalui tetesan pernapasan (misalnya diproduksi ketika orang sakit batuk) dan kontak dekat. Inilah sebabnya mengapa WHO merekomendasikan menjaga kebersihan tangan dan pernapasan,” jelas dr Singh.

Menambah pernyataannya, Dr. Singh menuturkan pihak berwenang Cina melaporkan bahwa mungkin ada kemungkinan transmisi aerosol di lingkungan yang relatif tertutup dengan kontak yang terlalu lama dengan konsentrasi aerosol yang tinggi, seperti di ICU dan CCU di rumah sakit. 

Diperlukan lebih banyak investigasi dan analisis diperlukan data epidemiologis untuk memahami cara penularan virus ini. Oleh karenanya mengapa rapid test atau tes medis amat diutamakan bagi pekerja medis. 

(Foto: freepik)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok