0 Poin
Malnutrisi pada Penderita Tuberkulosis

Cegah Malnutrisi pada Penderita Tuberkulosis

Berkurangnya asupan makanan pada penderita Tuberkolosis (TB) menyebabkan terjadinya malnutrisi ditandai dengan perubahan komposisi tubuh yang mengakibatkan penurunan kekuatan fisik. 

TB dan malnutrisi saling berhubungan dalam hubungan dua arah yang kompleks, yang membuat kedua kondisi ini menjadi lebih buruk. Infeksi bakteri TB dapat menyebabkan tubuh mengalami peningkatan metabolisme sekaligus menurunkan selera makan. 

Keadaan ini membuat cadangan energi di dalam tubuh makin berkurang, sehingga lama kelamaan berat badan pun menurun. Bukan hanya itu, sistem kekebalan tubuh juga terganggu jika tubuh kita mengalami malnutrisi. 

Salah satu cara mencegah malnutrisi pada penderita TB adalah, selain minum obat TB teratur, yaitu konsumi pola makan dengan jumlah dan jenis sesuai kebutuhan tubuh. Kebutuhan jumlah asupan makanan tiap orang berbeda-beda, disesuaikan dengan BB, TB, usia, dan jenis kelamin. 

Namun secara garis besar, makan dengan frekuensi 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan dapat mencukupi kebutuhan kalori sehari-hari. Untuk pemilihan jenis makanan, utamakan yang kaya zat gizi karena keberhasilan pengobatan TB juga sangat bergantung pada ketahanan tubuh seseorang yang dapat ditingkatkan dengan konsumsi gizi seimbang.

Komposisi pola makan yang direkomendasikan oleh Kemenkes sesuai dengan tumpeng gizi seimbang dalam satu harinya, yaitu: karbohidrat (nasi, roti, singkong, jagung, ubi, kentang) sebanyak 3-4 porsi, protein berupa lauk hewani (daging sapi, ayam, ikan, telur) dan lauk nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan) sebanyak 2-4 porsi, sayur sebanyak 3-4 porsi, dan buah 2-3 porsi sehari. Anjuran konsumsi lemak berupa minyak adalah kurang dari lima sendok makan sehari, dan gula kurang dari empat sendok makan sehari. Tidak lupa minum air putih sebanyak 2 liter atau delapan gelas.

Vitamin dan mineral yang tersering mengalami kekurangan pada penderita TB adalah vitamin A, E, dan D serta mineral berupa zat besi, seng dan selenium.

Contoh bahan makanan sumber vitamin A terdiri dari wortel, brokoli, hati sapi, produk susu, ubi jalar, dan bayam. Sedangkan vitamin E banyak terdapat di minyak zaitun, alpukat, kacang almond, kacang tanah, dan brokoli. Makanan yang mengandung vitamin D antara lain ikan salmon, ikan kembung, telur, jamur, dan produk susu. 

Untuk contoh bahan makanan mineral, terutama zat besi dapat ditemukan di daging merah, hati sapi, ikan, bayam dan brokoli. Makanan yang kaya akan seng adalah beras, gandum, dan sereal. Dan terakhir, selenium merupakan mineral penting yang terkandung dalam kacang, ikan tuna, daging sapi, ayam, nasi merah, dan bayam.

Berikut cara Cegah Malnutrisi pada Penderita Tuberkulosis. Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda dengan dokter spesialis di aplikasi YesDok.

(foto: the health site)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok