0 Poin
Jadwal diet

Cara Memilih Jadwal Diet Intermiten yang Tepat untuk Anda

Selama beberapa tahun terakhir, diet intermiten atau puasa selang-seling mendapatkan polularitasnya dikalangan pegiat hidup sehat. Menurut sebuah studi, puasa intermiten dapat membantu untuk manfaat seperti menurunkan peradangan dan meningkatkan resistensi insulin (gangguan dalam cara tubuh memproses glukosa untuk energi yang dapat memperlambat kinerja Anda dan pada akhirnya menyebabkan diabetes).

Sebagian dari keuntungan tersebut kemungkinan besar berasal dari potensi penurunan berat badan, beberapa peneliti mencatat. Jenis diet atau puasa ini membatasi makan dalam jangka waktu tertentu, seperti enam jam, atau bahkan empat jam setiap hari.

Sebuah penelitian terbaru di jurnal Cell Metabolism menemukan fakta baru. Meskipun Anda bisa makan lebih banyak dalam jangka waktu yang lebih lama, itu tidak otomatis berarti diet Anda akan mudah.

Peneliti merekrut 58 partisipan dan membaginya menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama diminta makan hanya antara jam 1 siang dan jam 5 sore, sedangkan yang lainnya bisa makan mulai jam 1 siang sampai jam 7 malam selama "jam puasa," mereka diarahkan untuk hanya minum air atau minuman bebas kalori. Kelompok ketiga bertindak sebagai pengontrol dan tidak mengubah pola makan atau kerangka waktu makan mereka.

Selain meminta mereka dalam kelompok waktu terbatas untuk menahan diri dari makan selama waktu diet, para peserta tidak diberikan batasan atau aturan tentang apa atau berapa banyak mereka bisa makan.

Kelompok peserta mengikuti jadwal rutin selama 10 minggu disertai pelacakan kesehatan, termasuk berat badan, resistensi insulin, stres oksidatif (proses kimia berbahaya dalam tubuh Anda jika terlalu banyak), tekanan darah, LDL ("buruk") dan HDL ("baik" ) kolesterol, trigliserida (sejenis lemak yang ditemukan dalam darah Anda), dan penanda peradangan. Tidak ada perubahan pada kelompok kontrol, tetapi kedua kelompok puasa menunjukkan asupan kalori berkurang dan rata-rata kehilangan lemak tubuh 3 persen.

“Fakta bahwa tidak ada perbedaan mencolok antara kelompok empat jam dan enam jam, karena memungkinkan kami untuk merekomendasikan bahwa jika Anda mencoba memilih jendela waktu untuk makan, Anda harus memilih satu yang berfungsi terbaik untuk Anda," kata ketua peneliti Krista Varady.

Varady percaya bahwa jika Anda membatasi waktu makan, Anda akan makan lebih banyak, tetapi dia dan rekan-rekannya tidak menemukan jika hal itu benar. “Kami tidak meminta orang untuk mengingat kalori mereka hanya cenderung mengurangi asupan secara alami sekitar 25 persen, ”kata Varady.

"Kesimpulannya di sini adalah jika Anda ingin mencoba ini untuk menurunkan berat badan, silakan bervariasi dengan kerangka waktu sedikit, karena akan memiliki manfaat yang sama dengan cara apa pun," Varady menambahkan.

 

(Foto: intermountainhealthcare)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok