0 Poin

Cara Atasi Buang Air Kecil Selama Masa Kehamilan

Masa kehamilan pasti bagaikan roller coaster bagi seorang ibu. Seiring rasa gembira yang luar biasa, masa kehamilan juga datang dengan gejala yang mengganggu. Salah yang terkadang menjengkelkan adalah saat-saat buang air kecil.


Lantas, apakah Anda salah satu diantara yang merasa merasa menghabiskan lebih banyak waktu di kamar mandi? Tenang, Anda bukan satu-satunya di dunia ini.
 

Sering buang air kecil adalah gejala umum dari kehamilan dan itu adalah sesuatu yang harus Anda atasi. Ada beberapa cara dimana Anda dapat mengelola kondisi rumit tersebut pastinya.


Sebagaimana dilansir Times of India, hingga 20 minggu, gejala sering buang air kecil disebabkan karena perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Pergeseran hormon tersebut yang merangsang ginjal untuk menghasilkan lebih banyak urin.


Saat hamil, wanita juga mengalami tekanan pada kandung kemih karena pertumbuhan bayi pada janin. Tekanan yang tumbuh mengurangi kemampuan menahan urin, yang membuat Anda ingin buang air kecil lagi dan lagi.
 

Berbicara tentang seberapa sering seseorang harus buang air kecil selama kehamilan, tidak ada jumlah yang pasti benar maupun salah. Wanita yang tidak sedang hamil biasanya buang air kecil sekitar 4 hingga 10 kali sehari dan jumlahnya bisa naik drastis selama kehamilan.


Hal pertama yang perlu diketahui, jangan mengurangi keluarnya cairan dengan berpikir bahwa itu sudah membantu mengurangi perjalanan Anda ke kamar kecil. Bayi dan tubuh Anda membutuhkan pasokan cairan yang konstan selama kehamilan. Dan kasus dehidrasi juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK). Cobalah mengosongkan kandung kemih sepenuhnya dengan mencondongkan tubuh ke depan saat Anda buang air kecil.
 

Jika perjalanan toilet Anda sering disertai dengan rasa sakit, darah dalam urin atau demam, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Gejala-gejala ini dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih.


Masih sangat normal Anda buang air kecil ketika tertawa keras bahkan bersin saat hamil. Seiring dengan tekanan pada kandung kemih, tubuh Anda juga mengeluarkan hormon yang disebut relaksin, yang melemaskan otot-otot dan ligamen, termasuk otot dasar panggul. Anda dapat mensiasati dengan mengenakan pembalut dan pastikan untuk mengunjungi kamar kecil sesering mungkin.
 

Bagi para ibu juga dapat melakukan latihan senam kegel untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. Bahkan lebih baik melakukannya saat sejak merencanakan kehamilan atau masa awal kehamilan. Sebab gejala sering buang air kecil cenderung kan terjadi selama kehamilan bahkan hingga melahirkan. 


“Tingkat frekuensi kemih dapat bervariasi pasa setiap orang karena pengaturan organ dalam mereka sedikit berbeda pada setiap orang,” peneliti menambahkan.
 

(Foto: thehealthsite)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok