Cara Asik Stimulasi Multisensori Anak

Terhitung sejak bayi lahir, Anda sudah bisa memberikan stimulasi multisensori kepada Si Kecil. Stimulasi sensorik ini sangat penting dilakukan karena bisa menyelamatkan bayi terutama di awal kehidupannya (28 hari).

Stimulasi multisensorik adalah serangkaian latihan yang diberikan oleh orangtua untuk merangsang ketajaman fungsi panca (lima) indra anak. Yaitu, pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan.

Stimulasi multisensori telah terbukti dapat meningkatkan perkembangan otak, dan dengan demikian membantu perkembangan kesehatan anak yang sehat secara menyeluruh. Stimulasi pada berbagai indera bayi mengirimkan sinyal ke otak yang dapat mendorong proses pembelajaran pada saraf.

Stimulasi sensorik pada anak sangat penting pada awal pertumbuhannya. Semakin bervariasi jenis latihannya, semakin banyak panca indera yang dilibatkan, dan semakin sering stimulasi ini diberikan, maka semakin baik proses tumbuh kembang bayi. Stimulasi pada berbagai alat indera bayi mengirimkan sinyal ke otak yang dapat mendorong saraf meningkatkan proses pembelajaran.

Lantas bagaimana cara untuk menstimulasi Multinsensori pada anak dengan cara-cara yang asik?

Ajak Anak Berkomunikasi

Indra pendengaran bayi sudah berkembang sejak di dalam lahir, yaitu pada 23 minggu kehamilan. Indra ini berperan penting dalam perkembangan bahasa dan otak. Cara menstimulasinya adalah dengan mengajak bayi mengobrol atau menceritakan sesuatu ketika ia masih dalam kandungan.

Lalu, setelah lahir, Anda bisa mengajak bernyanyi atau bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak. Pada umur 3 – 6 bulan ditambah dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.

Pada usia 6 – 9 bulan distimulasi dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng. Umur 9 – 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan nama-nama lain seperti mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Dengarkan Musik Secara Bersama

Berhubungan dengan cara di atas, indra pendengaran bayi sudah berkembang sejak di dalam lahir, yaitu pada 23 minggu kehamilan. Indra ini berperan penting dalam perkembangan bahasa dan otak. Cara menstimulasinya adalah dengan mengajak bayi mengobrol atau menceritakan sesuatu ketika ia masih dalam kandungan.

Selain lahir, stimulasi dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada. Biasakan senandungkan lagu dari tutur dan juga selalu bernyayi lagu-lagu yang ceria.

Ajak Anak Melihat Lebih Banyak Gambar dan Warna

Saat indra penglihatan bayi berkembang, ia akan belajar mengenai koordinasi mata dan tangan, seperti memegang dan meraih objek. Nah, untuk meningkatkan kemampuan indra penglihatan Si Kecil, sering-seringlah melakukan kontak mata dengannya. Kualitas kontak mata ini sangat penting.

Saat penglihatan anak Anda berkembang, ajak si Kecil untuk mengamati gambar atau foto terutama bentuk wajah orang atau kartun yang lucu. Anda bisa memilih gunakan buku cerita berwarna. Berceritalah dengan kata-kata atau kalimat panjang dengan gambar yang cukup besar dilihat atau benda atau lingkungan dan peristiwa alam.

Belajar Mencium Lebih Banyak Wewangian

Apakah Anda tahu, bahwa bayi sudah bisa mencium bau di sekelilingnya saat ia dilahirkan. Bau yang menyenangkan untuk bayi atau yang wanginya sesuai dengan sensitivitas indra penciuman, sudah terbukti meningkatkan ketenangan, perhatian, mood jadi lebih baik dan mengurangi stres pada bayi. Untuk itu, Anda perlu menstimulasi indra penciumannya, misalnya dengan memandikan bayi dengan sampo dan sabun yang beraroma wangi.

Cicipi Makanan

Sebelum berusia 7 bulan, bayi lebih banyak menggunakan mulutnya daripada bagian tubuh lainnya. Ternyata bagian mulut memiliki lebih banyak pusat saraf persquare milimeter daripada bagian tubuh lainnya. Di masa bayi ini indra pengecap masih sangat sensitif.

Buat Anak Aktif Bergerak

Intervensi dan stimulasi motoric kasar tepat dilakukan saat usia 6-8 bulan. Anda bisa merangsang Anak untuk duduk, dilatih berdiri berpegangan. Kemudian, memasuki umur 9 – 12 bulan ditambah stimulasi memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Bila terjadi keterlambatan tidak bolak balik atau tidak duduk merangkak sesuai usia 6-8 bulan, menunjukkan minimal keterlambatan ringan. Dapat dilakukan stimulasi keseimbangan dan vestibularis dengan berenang, terapi bola dan bermain ayunan.

sumber foto: Pexels

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL
 

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di