0 Poin
Gula

Bulan Ramadhan, Momen yang Tepat untuk Diet Gula

Bulan Ramadhan adalah momen penuh berkah bagi muslim. Tidak hanya berlomba-lomba mencari pahala, bulan ini juga dianggap tepat sebagai momentum program penurunan berat badan atau diet.

Dengan anjuran makan yang terjadwal, seharunya pola konsumsi kalori Anda lebih terkontrol begitupun dengan gula. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan maksimal asupan gula 10% dari total asupan energi per hari orang dewasa, yang mana sama dengan 10 sendok teh perhari.

Tantangannya, hampir semua produk kemasan di supermarket mengandung gula tambahan, Anda harus berhati-hati. Gula memiliki banyak nama ilmiah lain, diantaranya glukosa, sukrosa, fruktosa, sirup jagung, maltosa, hingga sirup caramel.

Gula alami vs Gula tambahan

Banyak orang berpikir harus mengurangi konsumsi buah untuk menjaga asupan gula mereka, ini keliru. Gula yang terdapat pada buah seperti apel atau stroberi mengandung gula alami. Buah-buah ini juga mengandung vitamin, mineral, dan serat yang baik bagi Anda.

Di sisi lain fruktosa yang terdapat di makanan kemasan itu berbeda dan mengandung nutrisi tidak sehat. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar menyebabkan penambahan berat badan hingga meningkatkan risiko hati berlemak.

Oleh karenanya di bulan Ramadhan ini Anda jangan terkecoh dengan produk yang beredar sehingga proses penurunan berat badan Anda menjadi sebaliknya. Berikut beberapa manfaat yang dapat Anda nikmati jika serius menjalankan program diet gula di bulan Ramadhan.

1. Pikiran jadi Lebih Tajam

Mengonsumsi terlalu banyak gula dan lemak dapat merusak sejumlah fungsi otak. Sebuah studi dari Universitas South Wales di Australia mengatakan jika kelebihan gula dapat merusak fungsi otak. Jika ingin pikiran dan ibadah Anda lebih jernih saat Ramadhan, maka saatnya kurangi asupan gula.

2. Turunkan Tekanan Darah

Pertambahan berat badan adalah konsekuensi yang sangat umum dari konsumsi gula berlebihan dan membawa risiko tekanan darah tinggi dan penyakit serius lain. Jadi jika Anda sayang dengan tubuh Anda maka mulailah beralih kurangi konsumsi gula.

3. Mencegah Diabates

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Diabetes Care Journal menegaskan konsumsi teratur minuman manis meningkatkan risiko sindrom metabolik dan mengembangkan diabetes tipe 2. Oleh karenanya, saatnya Anda beralih ke minuman nol kalori.

4. Hidup Lebih Hemat

Banyak dari minuman yang memiliki rasa enak berasal dari gula berlebih dan harganya pun cukup mahal. Bayangkan jika Anda mengerem keinginan untuk belanja minuman tersebut, Anda dapat berhemat.

5. Miliki Energi Lebih Banyak

Gula memang sumber energi, namun kelebihan kandunganya justru membuat diri menjadi lamban, mudah depresi, serta menimbulkan kurangnya motivasi. Konsumsilah gula dalam asupan yang wajar, tidak perlu berlebihan.

Ketergantungan gula tidak dapat dihilangkan instan. Jadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan Anda. Mulailah dengan katakan tidak dengan gula tambahan seperti soda.

Jika Anda suka minum teh atau kopi dapat dengan mengurangi porsi gula yang biasa digunakan sehari-hati. Kalau menu berbuka puasa Anda sudah ditemani dengan asupan gula, maka makan sahur hindari dengan konsumsi gula sama sekali. 

(Foto: indianexpress.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok