0 Poin
bermain video game

Bermain Video Game Membuat Pengambilan Keputusan jadi Lebih Cepat

Bermain video game bergenre action tampaknya meningkatkan aktivitas otak dan keterampilan dalam pengambilan keputusan.

Dalam sebuah penelitian yang menggabungkan pencitraan otak dengan tugas pengambilan keputusan, mahasiswa yang bermain video game secara teratur membuat keputusan lebih cepat dan lebih akurat daripada teman sebaya yang jarang bermain video game.

"Video game dimainkan oleh sebagian besar remaja kita lebih dari 3 jam setiap minggu, tetapi efek menguntungkan pada kemampuan pengambilan keputusan dan otak tidak diketahui secara pasti," ujar pemimpin peneliti Mukesh Dhamala, PhD, dari Georgia State University Neuroscience Institute.

Para peneliti merekrut 47 mahasiswa: 28 di antaranya melaporkan bermain video game action setidaknya 5 jam per minggu selama 2 tahun terakhir, dan 19 non-gamer yang rata-rata bermain kurang dari 1 jam per minggu.

Selama pencitraan otak, mereka diberi tugas pengambilan keputusan terkomputerisasi. Mereka diminta untuk menekan tombol di tangan kanan atau kiri mereka untuk menunjukkan titik-titik arah bergerak atau menolak menekan salah satu tombol jika tidak ada gerakan.

Para gamer video lebih cepat dan lebih akurat dengan respon mereka daripada non-gamer. Para gamer juga memiliki aktivitas yang lebih kuat di beberapa bagian otak.

Studi pencitraan otak sebelumnya telah menyarankan mungkin ada manfaat dari video game pada perhatian, persepsi visual, dan memori, tetapi hubungan perilaku-otak yang jelas dan efek dalam proses pengambilan keputusan masih kurang.

Stephen Faraone, PhD, dari State University of New York Upstate Medical University di Syracuse, juga tidak terkejut dengan temuan ini.

"Bermain video game dapat mengubah otak dengan cara yang meningkatkan beberapa keterampilan kognitif," katanya setelah melihat hasilnya.

Namun mereka juga mencatat bahwa tidak ada uji klinis yang dirancang dengan baik yang menunjukkan bahwa perubahan di otak ini mengarah pada peningkatan keterampilan dunia nyata, seperti kinerja sekolah.

Juga tidak jelas berapa lama seseorang harus berlatih dengan video game untuk mendapatkan keterampilan pengambilan keputusan baru.

"Seperti semua hal lain, itu harus dilakukan dalam jumlah sedang. Bermain terlalu banyak terkadang dapat menyebabkan kecanduan seperti apa pun yang memengaruhi otak kita, terutama otak anak muda yang sedang berkembang," kata Dhamala.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok