0 Poin
Kentut

Benarkah Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Kentut?

Virus Corona baru atau SARS-CoV-2 masih menjadi kekhawatiran utama dari banyak orang di seluruh dunia hingga hari ini. Seiring dengan penyebarannya yang kian masif, banyak sekali fakta-fakta juga spekulasi-spekulasi yang beredar seputar virus Corona baru ini. Salah satu yang sempat ramai diperbincangkan adalah, apakah virus Corona baru bisa menyebar melalui kentut?

Meski terdengar aneh, namun banyak orang mempertanyakan dan mengkhawatirkan hal ini. Sebuah laporan bahkan mengeksplorasi pertanyaan ini, guna melihat kemungkinan apakah benar gas dapat menyebarkan virus Corona baru?

Laporan tersebut menyatakan bahwa tidak ada penelitian mendalam yang membahas apakah kentut dapat menyebarkan virus Corona baru. Tetapi, ada satu penelitian yang menyatakan bahwa ketika seseorang yang terinfeksi virus Corona baru kentut tanpa mengenakan celana, ini dapat berpotensi menyebarkan virus Corona baru ke udara.

Laporan tersebut dikembangkan dari diskusi antara dua dokter yang memperdebatkan kemungkinan perut kembung sebagai media untuk virus, di mana mereka mengatakan bahwa ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa sejumlah besar pasien Covid-19 menunjukkan gejala gastrointestinal.

WHO sebelumnya telah menyatakan bahwa virus Corona dapat bertahan di udara, di mana terjadi prosedur penghasil aerosol, seperti yang dilakukan di rumah sakit. Prosedur medis tertentu seperti intubasi, ekstubasi, prosedur gigi, dan lain-lain, dapat menghasilkan aerosol yang menetap di udara untuk periode waktu yang lama.

Karena perut kembung atau kentut dapat menjadi prosedur yang menghasilkan aerosol, ada kemungkinan kentut juga bisa menjadi media yang menyebarkan virus. Sebelumnya, studi telah menyatakan bahwa kentut memang membawa partikel mikro yang memiliki kemampuan untuk menyebarkan bakteri. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengidentifikasi intensitas penyebaran dan infeksi virus dan bakteri dari kentut.

Sayap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China di distrik Tongzhou telah membuat klaim bahwa celana dapat bertindak sebagai penghalang terhadap kentut yang membawa virus corona baru, dan mengklaim bahwa kentut tidak akan menyebarkan virus jika orang yang mengeluarkannya tengah mengenakan celana.

Kesimpulannya, para dokter mengatakan bahwa saat ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengumpulkan data yang cukup guna menyimpulkan bahaya penularan virus corona baru lewat gas.

(Freepik/master1305)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok