0 Poin
Dokter sedang menunjukkan organ liver

Benarkah Parasetamol Menjadi Pemicu Hepatitis? Inilah Jawabannya!

Parasetamol adalah obat yang umum kita temukan di pasaran dan telah dipercaya mengobati berbagai jenis gejala penyakit seperti demam dan nyeri. 

Beberapa isu belakangan ini yang bertebaran di Internet menimbulkan kekhawatiran apakah mengonsumsi paracetamol berisiko menyebabkan hepatitis misterius. Benarkah dugaan ini atau semata-mata hanya mitos?

Hepatitis merupakan sejenis penyakit serius peradangan pada organ liver atau hati. Kondisi medis ini mudah ditularkan dari orang ke orang. 

Seperti apa yang dilansir oleh British Liver Trust, para ilmuwan telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa parasetamol yang dikonsumsi dalam jumlah besar bisa meracuni liver, namun hingga saat ini mekanisme keracunannya masih belum diketahui. 

Asupan paracetamol jika overdosis dapat berujung fatal, temuan ini seperti membuka portal bagi pengembangan obat baru bagi penyakit hepatitis. 

Tahapan 

Menurut lansiran National Library of Medicine, terdapat beberapa fase akibat toksisitas parasetamol akut; praklinis, cedera hati, gagal hati dan pemulihan. 

Fase praklinis

Dalam tahapan ini, gejala keracunan mulai timbul langsung setelah mengonsumsi parasetamol tingkat toksik dan gejalanya dapat berlangsung selama 12-24 jam. Beberapa gejalannnya antara lain seperti mual, muntah dan lesu. 

Fase cedera hati

Satu hingga dua hari setelah mengonsumsinya, gejala mulai memasuki fase kedua. Cedera hati disertai dengan nyeri di perut area kanan. 

Fase gagal hati

Beberapa gejala serius seperti kelelahan kronis, mual, muntah hingga penyakit kuning bisa terjadi. Kondisi gagal hati ini bisa berakibatkan fatal dan tingkat risiko tinggi kegagalan organ tubuh lainnya.

Pemulihan

Fase terakhir yaitu pemulihan dimana sebagian besar pasien sekitar 70% dapat sembuh total sedangkan berkisar 1%-2% meninggal akibat gagal hati. Kematian akibat toksisitas parasetamol yang tidak terobati cenderung terjadi 4 hingga 18 hari kemudian.

Obat parasetamol tetap menjadi pemicu signifikan hepatotoksisitas akut terutama jika dikonsumsi secara berlebihan sebagaimana adanya bukti-bukti terkait paracetamol yang berkontribusi pada lebih dari setengah kasus gagal hati akut di Amerika Serikat, kesimpulan ini dilansir oleh National Library of Medicine. 

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok