0 Poin
Minuman beralkohol

Benarkah Alkohol jadi Penyebab Penambahan Berat Badan?

Saat Anda mencoba mempertahankan tingkat dan berat BMI yang tepat, penting bagi Anda untuk makan dengan benar, berolahraga, dan lebih khusus lagi, perhatikan apa yang Anda makan dan minum. Sementara kebiasaan makan kita merupakan penyumbang besar lingkar pinggang kita, minum juga berdampak pada berat badan yang sehat, terutama alkohol.

Jika Anda seorang peminum kronis, tentu ada beberapa konsekuensi kesehatan yang perlu ditakuti. Alkohol dapat bertindak sebagai neurotoksin dan menumpulkan bagian-bagian otak hingga efek jangka panjang lainnya.

Salah satu efek samping yang paling sering dibahas dari minum terlalu banyak bir adalah obesitas. Meskipun tidak terbatas hanya pada lemak perut, minum banyak bir (yang terbuat dari gula dalam bentuk maltosa atau maltodekstrin) juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan di tempat lain.

Salah satu masalah yang paling mengkhawatirkan dengan minum alkohol adalah banyaknya kalori kosong yang Anda konsumsi. Kalori kosong, yaitu makanan atau minuman tanpa bentuk nutrisi apa pun seringkali bisa menjadi kontributor terburuk di balik berat badan. Selain itu, minuman beralkohol bisa menjadi jenis minuman yang cukup banyak mengandung kalori, lebih banyak dari makanan atau minuman lainnya. Untuk menawarkan perhitungan sederhana, ada 4-7 kalori per gram minuman beralkohol rata-rata (bir dapat memiliki lebih dari 43 kalori per 100 gram, sementara jumlah minuman keras yang sama dapat memiliki sekitar 295 kalori).

Jika Anda memiliki terlalu banyak kalori daripada yang Anda keluarkan, Anda mengalahkan prinsip dasar penurunan berat badan, dan menempatkan diri Anda pada risiko kenaikan berat badan.

Konsumsi alkohol sangat memengaruhi kadar hormon Anda, yang mengatur fungsi kesehatan, memengaruhi metabolisme, penambahan dan penurunan berat badan. Ketika ketergantungan alkohol menguasai Anda, itu bisa mulai merusak kelenjar hormonal. Juga telah ditemukan bahwa konsumsi berlebih dapat meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon stres yang secara langsung dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Perlukah berhenti minum sepenuhnya demi menurunkan berat badan?
Jelas alkohol adalah minuman berkalori tinggi, itu juga dapat mempengaruhi kebiasaan gaya hidup lainnya, dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penambahan berat badan. Oleh karena itu, jika Anda memperhatikan asupan alkohol Anda, atau memiliki kecanduan, Anda akan berisiko mengalami obesitas, dan masalah kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung.

Batasi konsumsi alkohol dan konsumsi secara sadar akan bahayanya. Pantau bagaimana alkohol memengaruhi kesehatan Anda, kesehatan mental Anda, dan jika Anda berada dalam risiko, dapatkan bantuan sedini mungkin.

(Foto : pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok