0 Poin
Begini Proses Mendengar pada Bayi, Orang Tua Wajib Tahu!

Begini Proses Mendengar pada Bayi, Orang Tua Wajib Tahu!

Setiap bayi memiliki milestone setiap bertambahnya umur. Salah satu milestone paling penting pada bayi adalah proses mendengar. Lalu kapan bayi bisa mulai mendengar suara?

Mengutip dari IDAI, proses mendengar pada bayi sebaiknya dimulai sejak dalam kandungan. Diawali pada usia kandungan 20 minggu, janin sudah dapat memberikan respon pada nada rendah dan ketikan sudah mencapai usia kandungan 35 minggu janin akan mulai memberikan reaksi pada nada menengah dan tinggi. 

Risiko terjadinya masalah pendengaran bisa meningkat pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Itu artinya, gangguan pertumbuhan menjadi faktor yang berperan penting dalam terjadinya gangguan respon terhadap stimulus bunyi yang merupakan tahap awal dari proses pendengaran bayi.

Beberapa hal yang harus diwaspadai sejak masa kehamilan dan saat bayi baru lahir. Salah satunya adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan dalam proses pendengaran.

  • Ibu hamil yang terjangkit TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes dan syphilis).
  • Ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan tertentu pada trimester pertama
  • Bayi yang lahir tidak atau terlambat menangis.
  • Bayi kuning dengan kadar bilirubin yang sangat tinggi
  • Bayi yang memerlukan perawatan di NICU
  • Bayi yang menggunakan alat bantu napas atau ventilator lebih dari dari 5 hari

Agar orang tua tidak khawatir mengenai masalah pendengaran pada anak-anak, ada langkah yang bisa Anda lakukan agar pendengaran si kecil berkembang baik. Sebaiknya saat mengandung, ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, melakukan pemeriksaan TORCHS dan menghindari mengonsumsi obat-obatan yang berpengaruh pada kesehatan janin dan tanpa pengawasan dokter.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya masalah pendengaran dan juga wicara pada anak. Setelah lahir, bayi seharusnya menjalani skrining pendengaran pada 48 jam pertama kehidupannya. Lalu setelah tiga bulan pun dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi saraf pendengaran sampai batang otak.

Selain itu, kebersihan telinga bayi wajib diperhatikan oleh orang tua. Menjaga kebersihan telinga bayi sama halnya mencegah berbagai penyakit infeksi. Sejauh ini, Anda tidak disarankan untuk membersihkan telinga bayi dengan cotton bud. Karena dapat berisiko merusak membran timpani atau cenderung mendorong kotoran telinga semakin masuk ke dalam.

(Foto: baby info)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok