0 Poin

Bahaya Mastitis yang Mengintai Ibu Menyusui

Salah satu kendala ibu menyusui yakni ASI yang tidak keluar dengan lancar. Jika ASI tersumbat, maka bahaya mastitis bisa mengintai para ibu menyusui.

Mastitis bisa membuat payudara bengkak hingga infeksi parah. Hal ini tentu akan mengganggu kegiatan menyusui langsung si kecil.

Mastitis sendiri mungkin sudah cukup familiar ditelinga ibu menyusui. Karena berdasarkan pernyataan dari Departement of Child and Adolescent Health and Development, World Health Organization, 5-33% ibu menyusui mengalami mastitis. Terutama pada minggu kedua atau ketiga pasca melahirkan. Dimana dalan waktu tersebut produkai ASI mulai meningkat.

Meski begitu mastitis bisa terjadi kapanpun dimanapun ketika ASI efektif. Tidak terkecuali waktu si kecil memasuki masa MPASI maupun menyapih, dan frekuensinya mulai berkurang.

Maka dari itu jika payudara bengkak akibat pengeluaran ASI yang kurang lancar tidak ditangani dengan benar, hal ini memicu ASI menetap di suatu bagian tertentu yang biasa disebut statis ASI.

Usahakan untuk segera menangani statis ASI karena statis ASI penyebab timbulnya mastitis atau peradangan payudara. Tanda-tanda mastitis dapat telihat dari payudara bengkak dan memerah. Terdapat benjolan keras pada payudara, payudara pun terasa panas dan sangat nyeri saat dipegang. Aliran ASI melambat atau bahkan mampet. Rasa nyeri tersebut tetap berlanjut saat menyusui atau memerah. Tanda khusus timbulnya mastitis adalah ibu mengalami demam.

Perkembangan mastitis sendiri dimulai dari tahap mastitis non-infeksi. Dengan tingkat infeksi terparah mastitis dapat diatasi dengan cara berikut ini:

1. Terapi antibiotik untuk mencegah bakteri berkembang di payudara.

2. Konsumsi analgesik seperti ibuprofen atau paracetamol yang dapat mengurangi rasa nyeri payudara.

Berdasarkan dari WHO, faktor imun dalam ASI juga turut membantu mencegah berkembangnya bakteri akibat pembengkakan. Jika sudah ditangani namun tidak kunjung membaik, kemungkinan besar bakteri berkembang dan imun pada ASI tersebut tidak dapat melawannya. Sehingga menjadi mastitis infeksi yang dapat berubah dan berkembang menjadi abses pada payudara. 

(Foto: nct)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di