0 Poin
Bahaya Kental Manis

Awas, Konsumsi Berlebihan Sebabkan 3 Bahaya Kental Manis Ini!

Susu kental manis, atau yang kini lebih dikenal hanya dengan kental manis, sudah dilarang untuk dijadikan hidangan tunggal atau diseduh untuk dijadikan segelas susu. Memang, apa bahaya kental manis sehingga muncul larangan ini?

Kental manis adalah salah satu jenis produk susu yang sudah lama digunakan sebagai topping makanan atau minuman dan bahkan menjadi segelas susu. Banyak orang suka kental manis, terutama anak-anak, tak mengherankan sebab rasanya yang manis memang sangat menyenangkan untuk dimakan.

Kental manis memang boleh-boleh saja dicampur atau menjadi topping makanan dan minuman favorit Anda dan dikonsumsi sekali-kali, tapi sayangnya, Anda tidak disarankan untuk mengencerkan kental manis dengan air yang bertujuan untuk mengganti susu formula.

Memberikan anak Anda segelas susu kental manis yang sudah diencerkan bisa membuatnya ketagihan. Sementara konsumsi kental manis yang berlebihan bisa berbahaya, baik untuk anak maupun orang dewasa. Ini karena di dalam kental manis, terkandung gula yang cukup tinggi, yakni sekitar 40–50 persen dari keseluruhan komposisi kental manis.

Kandungan gula yang tinggi dalam kental manis bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan yang tidak diharapkan. Selain gula yang tinggi, kandungan gizi dalam kental manis juga lebih rendah, jika dibandingkan jenis susu lainnya.

Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi atau memberikan kental manis pada anak Anda terlalu sering, karena, bahaya kental manis bisa menyebabkan:

Obesitas dan diabetes

Bahaya kental manis yang pertama akibat kandungan gula yang tinggi di dalamnya, tentu saja bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kedua kondisi kronis ini merupakan bahaya kental manis jangka panjang, jika Anda terus-menerus mengonsumsinya dan tidak bisa mengendalikan kebiasaan ini. 

Konsumsi gula yang tinggi, menyebabkan tubuh memerlukan lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Saat ada terlalu banyak insulin dalam aliran darah, ini bisa menyebabkan sel dalam tubuh menjadi resisten terhadap efek insulin. Resistensi insulin bisa membuat kadar insulin dalam darah menjadi semakin banyak.

Kadar insulin yang meningkat drastis, membuat glukosa kemudian disimpan dalam sel lemak, tak heran jika tubuh menjadi lebih mudah gemuk dan berat badan terus bertambah hingga terjadilah obesitas. Kadar gula darah yang tinggi juga meningkatkan risiko diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Ini adalah bahaya kental manis yang utama, yang sebaiknya Anda hindari segera.

Kekurangan gizi

Saat anak terlalu sering diberi kental manis, ia akan menjadi lebih mudah kenyang, dan kemudian enggan mengonsumsi makanan lain. Padahal di masa pertumbuhannya, anak perlu mendapat asupan gizi yang cukup. Hanya meminum kental manis hanya akan membuatnya kekurangan banyak nutrisi penting, yang kemudian menyebabkannya menjadi kurang gizi.

Anak yang tak mendapat asupan gizi yang cukup bisa mengalami terhambatnya pertumbuhan. Tak hanya berdampak pada fisik, ini bahkan bisa berdampak pada fungsi otak dan juga kesehatan mentalnya.

Tulang keropos

Kandungan gula yang tinggi dalam kental manis tak hanya bisa memicu obesitas dan diabetes, bahkan bahaya kental manis jangka panjang juga akan berdampak pada pengeroposan tulang.

Ini karena gula tak mengandung vitamin dan mineral, sehingga konsumsi gula yang berlebihan bisa menyebabkan Anda kekurangan asupan vitamin dan mineral. Sementara itu, vitamin dan mineral seperti vitamin D, kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc, sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kepadatan dan kekuatan tulang.

(Foto: tasteofhome.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok