0 Poin
Bahaya Sabun Antiseptik

Awas, Ini Bahaya Sabun Antiseptik Jika Dipakai Setiap Hari

Apakah Anda menggunakan sabun antiseptik atau antibakteri untuk membersihkan kulit Anda saat mandi? Mandi adalah kegiatan membersihkan tubuh dari segala kotoran, termasuk dari bakteri. Sabun antiseptik diminati, karena dianggap bisa lebih membersihkan bakteri dari kulit. Sayangnya, terdapat juga bahaya sabun antiseptik jika digunakan terlalu sering, bagaimana bisa?

Pada dasarnya, kulit tak hanya menjadi tempat tumbuhnya bakteri jahat, tapi juga bakteri baik yang memberi banyak manfaat. Penggunaan sabun antiseptik bisa membunuh semua jenis bakteri, tak peduli meskipun itu bakteri baik.

Kulit sebenarnya memiliki mekanisme pertahanan sendiri terhadap bakteri jahat, sehingga tak perlu dibasmi terus-terusan dengan bantuan sabun antiseptik. Bahaya sabun antiseptik yang berlebihan, bisa memicu kondisi kulit kering.

Selain membuat kulit menjadi lebih kering, ada beberapa bahaya sabun antiseptik lainnya jika digunakan setiap hari atau secara berlebihan, seperti:

Meningkatkan risiko alergi

Munculnya reaksi alergi bisa menjadi salah satu bahaya sabun antiseptik yang digunakan setiap hari. Senyawa triclosan dalam sabun antiseptik diduga memiliki efek samping terhadap sistem kekebalan tubuh. Saat triclosan bertemu bakteri, akan terjadi mutasi yang dapat menghambat sistem kekebalan tubuh dalam memerangi bakteri.

Saat sistem kekebalan tubuh terhambat, maka reaksi alergi bisa terjadi. Ini bisa sangat merugikan, karena tak jarang alergi pun menyebabkan ketidaknyamanan yang bahkan bisa berujung fatal.

Mengubah hormon

Bahaya sabun antiseptik lainnya adalah, bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormon. Pada sebuah penelitian di tahun 2010, terungkap adanya peningkatan produksi testosteron pada tubuh terhadap paparan senyawa triclosan.

Ini terlihat melalui uji coba senyawa triclosan yang diberikan pada hewan. Hasilnya, hewan mengalami ketidakseimbangan hormon testosteron.

Melihat adanya bahaya sabun antiseptik ini, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh menggunakannya. Anda masih tetap dapat menggunakan sabun antiseptik, hanya saja lebih disarankan untuk tidak dilakukan setiap hari, dan hanya saat tubuh dan kulit benar-benar dalam keadaan kotor.

Penggunaan sabun mandi biasa pun tak masalah, karena pada dasarnya, semua sabun bisa menyingkirkan segala kotoran dan bakteri bahkan virus dari kulit. Namun, sabun mandi biasa memiliki risiko yang lebih kecil untuk menyebabkan efek samping atau bahaya pada kulit.

Selain mengurangi frekuensi pemakaian sabun antiseptik, ada beberapa tips lain yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari efek samping merugikan akibat sabun mandi, seperti:

  • Hindari sabun dengan kandungan alkohol yang bisa menyebabkan kulit kering, gatal-gatal, dan “tertarik”. Saat kulit menjadi terlalu kering, ini justru bisa memancing lebih banyak produksi minyak yang kemudian menyebabkan banyak masalah.
  • Pilih sabun mandi dengan kandungan yang lembut, seperti lebih banyak mengandung minyak esensial.
  • Pastikan pilih produk dengan label hypoallergenic dan sesuaikan dengan kebutuhan kuit Anda.

(Foto: gardeningknowhow.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok