0 Poin
Hustle Culture

Awas, Hustle Culture Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Ini!

Belakangan ini, ramai istilah hustle culture di kalangan anak muda kelas pekerja, apa itu hustle culture?

Hustle culture adalah istilah yang menggambarkan seseorang terus bekerja dan mengabaikan istirahat atau hanya istirahat dalam waktu yang sedikit. “Kerja keras” ini dilakukan demi mencapai tujuan hidup sukses. Memang untuk meraih kesuksesan, kita harus terus berusaha dan berupaya mewujudkannya, akan tetapi, sehatkah menerapkan hustle culture?

Saat Anda bekerja terlalu lama, ini akan menguras waktu luang dan juga kesehatan tubuh Anda.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Heart Journal menunjukkan bahwa bekerja selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko Anda mengalami fibrilasi atrium.

Fibrilasi atrium merupakan kondisi di mana serambi (atrium) jantung berdenyut dengan tidak beraturan dan cepat. Kondisi ini meningkatkan terjadinya risiko penggumpalan darah, stroke hingga gagal jantung.

Sebuah survei pada lebih dari 85.000 orang dewasa yang bekerja dilakukan untuk melihat berapa jam mereka bekerja dalam seminggu. Ditemukan bahwa orang-orang yang bekerja 55 jam atau lebih dalam seminggu memiliki 42 persen kemungkinan didiagnosis dengan fibrilasi atrium dibandingkan dengan mereka yang bekerja hanya sekitar 35 hingga 40 jam dalam seminggu.

Kabar yang lebih menakutkan adalah, 9 dari 10 kasus fibrilasi atrium terdeteksi pada orang-orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Ini jelas menunjukkan bahwa jam kerja yang lama atau kebiasaan hustle culture merupakan alasan kuat di balik risiko fibrilasi atrium, dibandingkan masalah jantung yang sudah ada sebelumnya.

Fibrilasi atrium bukanlah hal yang sepele, kondisi ini dapat menyebabkan darah menggenang, yang pada akhirnya dapat menyebabkan stroke. Jika tidak segera diperiksa dan diatasi, fibrilasi atrium juga akan melemahkan jantung yang kemudian akan berakhir pada kondisi gagal jantung.

Ada beberapa gejala fibrilasi atrium yang patut dikenali dan diwaspadai, seperti:

  • Jantung berdebar dengan cepat
  • Nyeri dada atau ada tekanan yang membuat tidak nyaman
  • Sesak napas
  • Kelelahan atau energi berkurang secara signifikan
  • Intoleransi terhadap olahraga

Fibrilasi atrium biasanya terjadi dengan gejala yang datang dan pergi, atau dalam beberapa kasus, gejala berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam, dan setelah itu berhenti dengan sendirinya. Jangan pernah mengabaikan gejala-gejala ini walaupun hanya sementara.

(Foto: shecareerblog.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok